MAMUJU, SOROTANPENA.ID — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat membahas kebutuhan program dan dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2027. Pembahasan berlangsung dalam rapat yang dipimpin Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, bersama para ketua tim kerja di Aula Andi Depu DKPPKB Sulbar, Senin (12/10/2026).
Rapat berfokus pada lima bidang prioritas, yakni peningkatan layanan kesehatan sesuai siklus hidup; surveilans dan respons penyakit serta kesehatan lingkungan; penguatan tata kelola pelayanan kesehatan; kefarmasian dan bahan medis habis pakai (BMHP); serta penguatan sumber daya manusia kesehatan.
Nursyamsi menekankan pentingnya koordinasi antartim agar perencanaan pendanaan selaras dengan kebutuhan program, kesiapan pelaksanaan, dan target pelayanan yang ingin dicapai.
Pada bidang layanan kesehatan sesuai siklus hidup, pembahasan diarahkan pada kesinambungan pelayanan bagi setiap kelompok usia. Sementara itu, penguatan surveilans, respons penyakit, dan kesehatan lingkungan ditujukan untuk mendukung kemampuan deteksi serta penanganan masalah kesehatan di masyarakat.
Pembahasan juga mencakup tata kelola layanan yang lebih efektif, penyelarasan kebutuhan obat dan BMHP dengan pelayanan, serta penguatan tenaga kesehatan untuk mendukung mutu layanan.
Melalui rapat ini, setiap tim kerja diharapkan dapat memperjelas kebutuhan dan prioritas di bidang masing-masing. Hasil pembahasan menjadi dasar penyusunan perencanaan dukungan DAK Kesehatan 2027 yang lebih terarah dan terkoordinasi.
Penguatan perencanaan kesehatan tersebut sejalan dengan visi pembangunan “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera” di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, terutama dalam mendukung peningkatan kualitas layanan dan pemerataan akses kesehatan bagi masyarakat. (Adv/Rls)








