MAMUJU – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat mengevaluasi pelaksanaan Penugasan Khusus Puskesmas atau Program Nusantara Sehat sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan primer sekaligus mendukung pemerataan tenaga kesehatan di daerah.
Evaluasi tersebut melibatkan 21 peserta penugasan dan menjadi momentum untuk melihat pelaksanaan tugas, kontribusi tenaga kesehatan di masing-masing Puskesmas, serta berbagai tantangan yang dihadapi selama menjalankan masa pengabdian.
Selain mengevaluasi peserta yang masih menjalankan tugas, DKPPKB Sulbar turut membahas dua peserta yang telah menyelesaikan masa penugasan selama dua tahun hingga 30 September 2026.
Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, mengatakan evaluasi dilakukan tidak sekadar untuk menilai pelaksanaan tugas, tetapi juga memastikan program penugasan memberikan dampak nyata terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.
“Evaluasi ini bukan sekadar melihat pelaksanaan tugas, tetapi menjadi ruang untuk mengidentifikasi apa yang sudah berjalan baik, berbagai kendala di lapangan, sekaligus merumuskan perbaikan agar pelayanan kesehatan primer semakin kuat,” ujar dr. Nursyamsi.
Menurutnya, keberadaan tenaga kesehatan melalui program penugasan khusus memiliki peran dalam mendukung pelayanan di tingkat Puskesmas, terutama dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia kesehatan di daerah.
Dalam evaluasi tersebut, DKPPKB Sulbar juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan selama bertugas di Puskesmas.
Dari dua peserta yang telah menyelesaikan masa penugasan selama dua tahun, satu peserta memilih melanjutkan pengabdian mulai 1 Oktober 2026, sedangkan satu peserta lainnya mengakhiri masa tugasnya setelah menyelesaikan periode penugasan.
Bagi peserta yang mengakhiri masa penugasan, DKPPKB Sulbar menyampaikan penghargaan atas pengabdian yang telah diberikan dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat di Sulawesi Barat.
Sementara bagi peserta yang memilih melanjutkan tugas, keputusan tersebut menjadi bagian dari keberlanjutan kontribusi tenaga kesehatan dalam memperkuat pelayanan kesehatan di daerah.
Melalui evaluasi ini, DKPPKB Sulbar berkomitmen memperkuat pembinaan, pendampingan dan koordinasi dalam pelaksanaan Program Penugasan Khusus Puskesmas. Langkah tersebut diharapkan dapat membuat pelaksanaan program semakin efektif dan mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan di tingkat primer.
Upaya tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap arah pembangunan Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera, khususnya dalam memperkuat sumber daya manusia kesehatan serta memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan dasar yang berkualitas. (Adv/Rls)






