MAMUJU, SOROTANPENA.ID – Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menghadiri pembukaan Festival Literasi Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Jalan Martadinata, Simboro, Mamuju, Selasa (15/9/2026).
Festival literasi yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Provinsi Sulawesi Barat, Hari Kunjung Perpustakaan, dan Bulan Gemar Membaca tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Perpustakaan Nasional RI Prof. E. Aminuddin Azis, Wakil Ketua DPRD Sulawesi Barat St. Suraidah Suhardi, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Junda Maulana, serta Ketua Komisi IV DPRD Sulawesi Barat Abdul Rahim sebagai narasumber dalam sesi Gelar Wicara.
Mengusung tema “Menuju Sulbar Cerdas Melalui Gerakan Sulbar Mandarras”, Festival Literasi 2026 menjadi wadah penguatan kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan budaya membaca dan kemampuan masyarakat dalam mengakses serta memahami informasi.
Kehadiran DKPPKB Sulbar dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen sektor kesehatan dan keluarga berencana dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang sehat, unggul, dan berkarakter.
Literasi masyarakat memiliki keterkaitan erat dengan berbagai program kesehatan, termasuk peningkatan pemahaman kesehatan reproduksi, pengasuhan anak (parenting), pencegahan stunting, penerapan pola hidup sehat, serta kemampuan masyarakat dalam memilah informasi kesehatan yang benar.
Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menyampaikan bahwa peningkatan literasi masyarakat merupakan salah satu fondasi penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan kesehatan dan ketahanan keluarga.
“Literasi kesehatan dan kependudukan adalah kunci bagi terwujudnya masyarakat yang mandiri dan sejahtera. Ketika kemampuan masyarakat dalam membaca dan memahami informasi meningkat, pemahaman terhadap pentingnya pola hidup bersih dan sehat, pemenuhan gizi keluarga, hingga perencanaan keluarga yang berkualitas juga akan semakin baik. DKPPKB Sulbar siap bersinergi menyukseskan Gerakan Sulbar Mandarras demi mencetak generasi Sulbar yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” ujar dr. Nursyamsi.
Menurutnya, penguatan literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan masyarakat dalam mengambil keputusan yang tepat berdasarkan informasi yang diperoleh, termasuk dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga.
Melalui Festival Literasi Sulawesi Barat Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mendorong keterlibatan seluruh perangkat daerah dan berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat budaya literasi sebagai bagian dari pembangunan kualitas manusia.
Sinergi tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya masyarakat Sulawesi Barat yang semakin sehat, cerdas, dan memiliki daya saing dalam mewujudkan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera. (Adv/Rls)








