MAMUJU, SOROTANPENA.ID – Upaya memperluas akses informasi dan edukasi kesehatan kepada masyarakat terus diperkuat Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui kolaborasi lintas sektor.
Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat bersama Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) Mamuju menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang penyiaran, Senin (7/9/2026).
Penandatanganan MoU berlangsung di Ruang Rapat RRI Mamuju. Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperluas penyebarluasan informasi kesehatan melalui media penyiaran publik.
MoU ditandatangani Kepala LPP RRI Mamuju Rina Irfantini dan Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat dr. Nursyamsi R. Hamsah.
Melalui kerja sama ini, pesan-pesan kesehatan diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dengan kemasan informasi yang informatif, sederhana, dan mudah dipahami.
Materi edukasi yang disampaikan nantinya dapat mencakup berbagai isu kesehatan, mulai dari pencegahan penyakit, pola hidup bersih dan sehat, kesehatan ibu dan anak, gizi, kesehatan lingkungan, kesehatan jiwa, keluarga berencana, hingga program prioritas pemerintah di bidang kesehatan.
Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat dr. Nursyamsi R. Hamsah mengatakan, kolaborasi dengan RRI memiliki nilai strategis karena media penyiaran dapat menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan pelayanan di fasilitas kesehatan. Masyarakat juga membutuhkan informasi yang benar dan mudah dipahami agar mampu mengambil keputusan yang tepat dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga.
“Edukasi kesehatan harus semakin dekat dengan masyarakat. Karena itu, kolaborasi dengan media menjadi bagian penting untuk memperluas jangkauan pesan-pesan kesehatan,” ujar Nursyamsi.
Ia menambahkan, penguatan komunikasi publik di bidang kesehatan perlu menyesuaikan dengan perkembangan pola konsumsi informasi masyarakat. Karena itu, sinergi DKPPKB Sulbar dan RRI Mamuju diharapkan dapat berkembang menjadi program komunikasi kesehatan yang berkelanjutan, bukan sekadar seremoni penandatanganan MoU.
RRI juga dapat menjadi ruang dialog yang mempertemukan tenaga kesehatan, pemerintah, kader kesehatan, dan masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, komunikasi kesehatan diharapkan tidak hanya berlangsung satu arah, tetapi juga mampu merespons kebutuhan dan persoalan kesehatan yang dihadapi masyarakat.
Kerja sama ini sekaligus mendukung agenda pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dalam mewujudkan visi “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera.”
Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu bagian penting dalam mewujudkan visi tersebut. Masyarakat yang sehat dan memiliki literasi kesehatan yang baik merupakan modal penting dalam mendukung pembangunan daerah.
Melalui kolaborasi dengan RRI, gerakan promotif dan preventif di bidang kesehatan juga diharapkan semakin kuat. Berbagai pesan sederhana, seperti pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala, pemenuhan gizi seimbang, imunisasi, pencegahan penyakit menular, kepedulian terhadap kesehatan jiwa, serta pemanfaatan layanan kesehatan dapat disampaikan secara rutin dengan bahasa yang lebih dekat dengan masyarakat.
Dengan semakin luasnya akses terhadap informasi kesehatan, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga semakin aktif menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan.
Kolaborasi DKPPKB Sulbar dan RRI Mamuju menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat Sulawesi Barat yang lebih sehat, berdaya, dan sejahtera melalui informasi kesehatan yang benar, mudah dipahami, dan mudah diakses. (Adv/Rls)








