MAMUJU, SOROTANPENA.ID – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sulawesi Barat memperkuat edukasi kesehatan masyarakat melalui sosialisasi pola hidup sehat, pertolongan pertama berbasis masyarakat, dan pemeriksaan kesehatan di Desa Pasabu, Kecamatan Tapalang Barat, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 80 warga tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perilaku hidup sehat sekaligus memperkuat langkah promotif dan preventif untuk mencegah berbagai masalah kesehatan sejak dini.
DKPPKB Sulbar diwakili Tim Kerja Promosi Kesehatan, Kesehatan Komunitas dan Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan (Promkeskomtan) sebagai narasumber. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Harian PMI Provinsi Sulawesi Barat, Sitti Suraidah Suhardi, bersama jajaran pengurus PMI Sulbar.
Ketua Tim Kerja Promkeskomtan DKPPKB Sulbar, Muh. Saleh, bersama tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Wawan Iskandar, memberikan edukasi mengenai pentingnya membangun kebiasaan hidup sehat yang dimulai dari diri sendiri dan lingkungan keluarga.
Dalam materi bertajuk Pilar Utama Hidup Sehat, masyarakat diperkenalkan pada enam kebiasaan utama, yakni mengonsumsi makanan bergizi, aktif bergerak setiap hari, menjaga kebersihan diri, menciptakan lingkungan yang sehat, mencukupi waktu istirahat sekaligus menjaga kesehatan mental, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala tanpa harus menunggu sakit.
Pesan tersebut disampaikan melalui contoh sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti membiasakan konsumsi makanan bergizi, mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, melakukan aktivitas fisik, serta memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.
Edukasi ini menekankan bahwa perubahan perilaku hidup sehat tidak harus dimulai dari langkah besar. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten di lingkungan keluarga dapat menjadi fondasi untuk membangun masyarakat yang lebih sehat.
Ketua Harian PMI Sulbar, Sitti Suraidah Suhardi, menekankan pentingnya keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam membudayakan perilaku hidup sehat.
“Sehat dimulai dari diri, diperkuat oleh keluarga, dan dibudayakan bersama masyarakat. Karena itu, perubahan perilaku tidak harus dimulai dari hal besar. Kebiasaan sederhana yang dilakukan terus-menerus dapat menjadi bagian dari kehidupan keluarga,” ujarnya.
Selain penyuluhan kesehatan, kegiatan tersebut juga mencakup penguatan pengetahuan pertolongan pertama berbasis masyarakat dan pemeriksaan kesehatan. Melalui rangkaian kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami cara mengenali kondisi kesehatan, memberikan pertolongan awal sesuai kemampuan, serta mengetahui kapan harus mencari bantuan tenaga kesehatan.
Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku DKPPKB Sulbar, Wawan Iskandar, mengingatkan masyarakat agar mengubah pola pikir dalam menjaga kesehatan, dari yang semula berfokus pada pengobatan ketika sakit menjadi upaya pencegahan dan deteksi dini.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan secara berkala penting untuk membantu mengenali faktor risiko lebih awal sehingga langkah penanganan dapat dilakukan sesuai kebutuhan.
Masyarakat juga didorong memanfaatkan berbagai fasilitas dan program pelayanan kesehatan, mulai dari Posyandu, Pustu atau Poskesdes, Puskesmas, hingga program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
“Jangan menunggu sakit untuk mulai hidup sehat. Kita bisa mulai dari rumah, dari keluarga, dan dari kebiasaan yang kita lakukan hari ini,” kata Wawan.
Secara terpisah, Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, mengapresiasi kolaborasi antara DKPPKB Sulbar dan PMI Sulbar dalam memperluas edukasi serta pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan.
Menurutnya, edukasi berbasis masyarakat memiliki peran penting karena pesan kesehatan akan lebih mudah dipahami ketika disampaikan dengan bahasa sederhana dan dikaitkan langsung dengan kebutuhan serta kebiasaan sehari-hari.
“Kolaborasi seperti ini perlu terus diperkuat. Edukasi kesehatan bukan hanya tugas tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat dan berbagai pihak agar perilaku hidup sehat dapat menjadi kebiasaan,” ungkap Nursyamsi.
Ia menambahkan, penguatan edukasi kesehatan, pertolongan pertama berbasis masyarakat, dan pemeriksaan kesehatan merupakan bagian dari upaya memperkuat pelayanan promotif dan preventif agar masyarakat semakin mandiri dalam menjaga kesehatannya.
Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dalam mewujudkan Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera, melalui pembangunan kesehatan yang berorientasi pada pencegahan, peningkatan kualitas hidup, dan pelayanan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui sinergi lintas sektor dan peningkatan kesadaran masyarakat, DKPPKB Sulbar terus mendorong terbentuknya perilaku hidup sehat yang dimulai dari keluarga, diperkuat melalui pelayanan kesehatan, dan diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan masyarakat. (Adv/Rls)












