MAMUJU, SOROTANPENA.ID — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mendorong aparatur membangun kebiasaan hidup aktif sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan, kebugaran, dan produktivitas di lingkungan kerja.
Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan senam bersama yang diikuti Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, bersama jajaran di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan menjadi momentum untuk mengajak seluruh aparatur pemerintah menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari.
Bagi DKPPKB Sulbar, senam bersama bukan sekadar kegiatan untuk menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya aktivitas fisik dalam mendukung pola hidup sehat.
Aktivitas fisik secara rutin, dengan durasi yang disesuaikan kemampuan masing-masing, dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan sederhana. Berjalan kaki, senam, bersepeda hingga aktivitas rumah tangga dapat menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan gerak harian.
Aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan, antara lain membantu menjaga berat badan, mengontrol tekanan darah, mencegah diabetes melitus, serta membantu mengendalikan kadar kolesterol.
Selain itu, aktivitas fisik juga berperan dalam menjaga kekuatan dan kelenturan otot serta sendi, mendukung kebugaran tubuh dan membantu menjaga sistem kekebalan tubuh. Dari sisi kesehatan mental, aktivitas fisik juga dapat membantu mengelola stres dan mengurangi kecemasan.
Bangun Budaya Hidup Sehat di Lingkungan Kerja
Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, mengatakan budaya hidup sehat perlu dibangun melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
“Aktivitas fisik tidak harus dilakukan dengan cara yang sulit. Yang terpenting adalah dilakukan secara rutin dan menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari. Dengan tubuh yang sehat dan bugar, kita dapat bekerja dan memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan lebih optimal,” ujar Nursyamsi.
Ia mengajak seluruh aparatur dan masyarakat tidak menjadikan kesibukan sebagai alasan untuk kurang bergerak. Menurutnya, aktivitas fisik dapat dilakukan kapan saja dan di berbagai tempat sesuai kondisi serta kemampuan masing-masing.
“Jangan menunggu memiliki waktu khusus untuk berolahraga. Berjalan kaki, senam, bersepeda, membersihkan lingkungan maupun aktivitas fisik lainnya bisa menjadi bagian dari kebiasaan kita sehari-hari,” katanya.
Nursyamsi menilai lingkungan kerja juga memiliki peran penting dalam membangun budaya hidup aktif. Kegiatan bersama seperti senam dapat menjadi pemantik agar kebiasaan tersebut terus berlanjut di luar kegiatan resmi.
Dukung Sulbar Maju dan Sejahtera
Kegiatan senam bersama tersebut sejalan dengan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka.
Menurut Nursyamsi, pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan produktif tidak hanya ditentukan oleh pelayanan kesehatan, tetapi juga oleh kesadaran setiap individu untuk menjaga kesehatan melalui perilaku hidup sehat.
Karena itu, budaya hidup aktif di lingkungan pemerintahan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan senam bersama, tetapi dapat berkembang menjadi kebiasaan yang diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan mendorong aparatur dan masyarakat lebih aktif bergerak, Pemprov Sulbar terus memperkuat upaya membangun sumber daya manusia yang sehat, bugar, produktif, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (Adv/Rls)












