Cosmic Seri II Perkuat Proses Bisnis Statistik dan Kualitas Data Sektoral Sulbar

MAMUJU, SOROTANPENA.ID — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat tata kelola data sektoral melalui kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Barat. Upaya tersebut diwujudkan melalui Coaching Statistik Melalui Intensive Class (Cosmic) Seri II yang digelar di Aula BPS Sulbar, Rabu, 12 Agustus 2026.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (DiskominfoSP) Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Ridwan Djafar, yang menghadiri kegiatan tersebut, mengatakan Cosmic menjadi bagian dari komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas data sebagai dasar perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah.

Pada Cosmic Seri II, pembahasan difokuskan pada domain “Proses Bisnis Statistik”. Agenda tersebut merupakan kelanjutan dari komitmen pembinaan data sektoral di lingkup Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sebagaimana ditegaskan melalui surat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat terkait pembinaan data sektoral.

Pembinaan tersebut menjadi bagian dari komitmen Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka untuk mendorong tersedianya data yang berkualitas, sehingga kebijakan dan program pembangunan daerah dapat dirancang secara lebih terarah, tepat sasaran, dan berbasis bukti.

Dalam skema Satu Data Indonesia, DiskominfoSP Sulbar berperan sebagai walidata, sementara BPS Sulbar menjalankan fungsi sebagai pembina data di tingkat provinsi.

Ridwan menekankan pentingnya konsistensi seluruh OPD dalam mengawal setiap tahapan pengelolaan data sektoral. Menurutnya, kualitas data perlu diperkuat melalui pemanfaatan teknologi informasi dan sistem pendataan yang terintegrasi dari tingkat desa, kabupaten, hingga provinsi.

“Kolaborasi yang kuat antara walidata dan produsen data menjadi kunci utama menghasilkan indikator pembangunan yang presisi,” ucap Ridwan.

Karena itu, ia mengimbau setiap perwakilan OPD yang ditunjuk sebagai produsen data untuk mengikuti seluruh tahapan Cosmic secara berkesinambungan. Keikutsertaan secara konsisten dinilai penting agar pemahaman dan praktik pengelolaan data dapat diterapkan secara seragam di masing-masing perangkat daerah.

Ridwan juga berharap BPS Sulbar terus memberikan pendampingan, baik dalam proses pengelolaan data sektoral maupun dalam aspek analisis dan penyajian data melalui dashboard.

“Penguatan proses bisnis statistik sangat vital agar setiap data yang diproduksi Pemprov Sulbar tidak hanya valid, tetapi juga memenuhi standar nasional yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Ridwan Djafar.

Pada pelaksanaan Cosmic Seri II, peserta dari sejumlah instansi, di antaranya Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Kesehatan, Dinas Perkebunan, serta Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja, diwajibkan membawa dokumen perencanaan dan publikasi data prioritas yang telah ditentukan pada seri pertama.

Dokumen tersebut kemudian menjadi bahan untuk menyusun draft Kerangka Acuan Kerja (KAK) kegiatan statistik pada masing-masing instansi. Langkah ini diharapkan dapat memastikan kegiatan statistik perangkat daerah memiliki perencanaan yang jelas dan sesuai dengan kebutuhan pembangunan.

Rangkaian pembinaan Cosmic 2026 dirancang dalam lima pertemuan yang berlangsung secara bertahap hingga November mendatang. Setelah pendalaman mengenai proses bisnis statistik, peserta dijadwalkan melanjutkan pembahasan mengenai Kualitas Data dan Kelembagaan pada pertengahan September.

Tahapan selanjutnya akan diarahkan pada penguatan standardisasi metadata dan integrasi dengan Sistem Statistik Nasional (SSN).

Melalui rangkaian pembinaan tersebut, Pemprov Sulbar bersama BPS Sulbar mendorong terbangunnya ekosistem data sektoral yang semakin berkualitas, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai landasan pengambilan kebijakan pembangunan daerah. (Rls/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *