MAMUJU, SOROTANPENA.ID – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat memperkuat pelaksanaan imunisasi kejar untuk memastikan anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi secara lengkap segera memperoleh perlindungan dari berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).
Penguatan tersebut menjadi perhatian setelah evaluasi capaian imunisasi hingga Agustus 2026 masih menunjukkan adanya kesenjangan antara target dan capaian di sejumlah indikator imunisasi di Sulawesi Barat.
Hal tersebut dibahas dalam kegiatan Penguatan Imunisasi Kejar yang dilaksanakan secara daring, Kamis, 1 Oktober 2026, dan diikuti jajaran pengelola program imunisasi di Sulawesi Barat.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Tim Kerja Surveilans, Imunisasi dan Haji DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, Muslimim, memaparkan kondisi serta capaian pelaksanaan imunisasi di Sulawesi Barat.
Ia menjelaskan, imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang berperan penting dalam mencegah penyakit menular, mengurangi kesakitan, kecacatan dan kematian, sekaligus memberikan perlindungan bagi anak, keluarga maupun masyarakat.
Berdasarkan evaluasi capaian hingga Agustus 2026, target Imunisasi Bayi Lengkap ditetapkan sebesar 56,7 persen. Sementara capaian manual tingkat Provinsi Sulawesi Barat berada di angka 34,0 persen, sedangkan capaian yang tercatat melalui ASIK sebesar 16,2 persen.
Untuk Imunisasi MR 1, target hingga Agustus mencapai 58,7 persen. Adapun capaian manual tingkat provinsi sebesar 37,6 persen, sementara pencatatan melalui ASIK berada pada angka 17,2 persen.
Data tersebut menunjukkan masih perlunya penguatan penjangkauan terhadap anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi sesuai jadwal.
Salah satu strategi yang ditekankan dalam kegiatan tersebut adalah imunisasi kejar, yakni pemberian imunisasi kepada anak yang belum mendapatkan imunisasi atau belum melengkapi imunisasinya sesuai jadwal, sehingga perlindungan terhadap penyakit dapat segera diberikan.
“Anak yang belum lengkap imunisasinya harus segera dikejar. Lengkapi imunisasi anak untuk memberikan perlindungan terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi,” menjadi pesan utama dalam penguatan program tersebut.
Kepala DKPPKB Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, mendorong agar hasil evaluasi capaian imunisasi menjadi dasar untuk memperkuat strategi pelaksanaan di lapangan.
Menurutnya, langkah tersebut dapat dilakukan melalui penelusuran anak yang belum lengkap imunisasinya, peningkatan kualitas pencatatan dan pelaporan, serta penguatan komunikasi kepada orang tua dan masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan imunisasi tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan. Keterlibatan jajaran kesehatan mulai dari tingkat provinsi, kabupaten, puskesmas dan posyandu, serta dukungan keluarga dan masyarakat, menjadi bagian penting dalam meningkatkan cakupan imunisasi.
Cakupan imunisasi yang tinggi dan merata juga berperan dalam membentuk kekebalan kelompok (herd immunity), sehingga tidak hanya melindungi anak yang mendapatkan imunisasi, tetapi turut membantu melindungi masyarakat yang rentan.
Melalui penguatan imunisasi kejar, DKPPKB Sulbar terus mendorong seluruh jajaran kesehatan untuk mempercepat penjangkauan anak yang belum lengkap imunisasinya sekaligus memperbaiki pencatatan dan pelaporan capaian program.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam melindungi kesehatan anak dan membangun generasi yang sehat dan produktif, sekaligus mendukung terwujudnya Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka. (Adv/Rls)








