MAMUJU — Persiapan kedatangan Anregurutta Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. di Mamuju terus dimatangkan. Hal tersebut dibahas dalam sebuah pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban di Warung Gayatri, Mamuju, Minggu, 6 September 2026.
Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Tenaga Ahli Menteri Agama RI sekaligus Ketua Yayasan As’adiyah Pusat, Prof. Dr. H. Bunyamin M. Yafid, Lc., M.H., bersama Kepala Biro Pemkesra Setda Provinsi Sulawesi Barat Murdanil, S.E., M.AP., Faisal, S.Ag., M.M., H. Makdoem Ibrahim, Direktur Utama Pondok Pesantren As’adiyah Tadui Darmin Kadir, serta Ketua dan pengurus Ikatan Keluarga dan Alumni As’adiyah (IKAKAS) Kabupaten Mamuju.
Suasana pertemuan yang cair dan penuh kekeluargaan tersebut menjadi ruang untuk menyatukan langkah, sekaligus memastikan seluruh rangkaian agenda kunjungan dapat berlangsung dengan baik, khidmat, dan memberi manfaat besar bagi masyarakat Sulawesi Barat.
Kepala Biro Pemkesra Murdanil menyampaikan bahwa kedatangan Menteri Agama RI merupakan momentum yang sangat istimewa bagi masyarakat Mamuju dan Sulawesi Barat.
> “Kami sangat berharap kehadiran Bapak Menteri Agama dapat memberikan siraman rohani bagi masyarakat, khususnya melalui rangkaian kegiatan keagamaan. Apalagi beliau belum pernah berkunjung ke Mamuju. Karena itu, kedatangan beliau tentu menjadi momentum yang sangat berarti bagi kita semua,” ungkap Murdanil.
Sementara itu, H. Makdoem Ibrahim, Analis Kebijakan Ahli Muda Biro Pemkesra, mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Barat untuk turut menyemarakkan Maulid Akbar yang dirangkaikan dengan Hari Jadi Provinsi Sulawesi Barat ke-22.
Menurutnya, kehadiran Anregurutta Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar bukan sekadar kunjungan, tetapi juga kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan pencerahan, memperkuat ukhuwah, dan menyegarkan kembali semangat keagamaan.
“Mari kita ramaikan bersama. Jadikan momentum ini sebagai ruang silaturahmi, memperkuat ukhuwah, sekaligus mengambil hikmah dan siraman rohani dari Anregurutta Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar,” ajaknya.
Pertemuan di Warung Gayatri malam itu pun ditutup dengan semangat kebersamaan. Dari Mamuju, sebuah momentum keagamaan tengah dipersiapkan—bukan sekadar untuk menyambut seorang tokoh, tetapi untuk menghadirkan kesejukan dan pencerahan bagi masyarakat Sulawesi Barat.







