MAMUJU, SOROTANPENA.ID — Kabar membanggakan datang dari skena musik independen Sulawesi Barat. Aelea, band indie asal Mamuju, resmi terpilih sebagai salah satu penampil dalam AXEAN Festival 2026, festival showcase musik berskala Asia Tenggara yang akan berlangsung di Jimbaran Hub, Bali, 29–30 Agustus 2026.
Keikutsertaan Aelea menjadi pencapaian penting bagi perkembangan musik independen Mamuju. Dari skena musik lokal di Sulawesi Barat, band yang terbentuk sejak 2020 itu kini mendapat kesempatan tampil di hadapan pelaku industri musik, kurator, talent buyer, label, media, serta delegasi dari berbagai negara.
Aelea akan menjadi bagian dari deretan penampil AXEAN Festival 2026 yang mempertemukan talenta musik dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara dan Asia. Salah satu nama besar dari Indonesia yang juga dikonfirmasi tampil dalam festival tersebut adalah d’Masiv.
Bagi Aelea, kesempatan tersebut bukan sekadar undangan untuk tampil di sebuah festival musik. Panggung AXEAN menjadi momentum untuk membawa identitas dan karya dari Mamuju menuju ruang yang lebih luas.
Drummer Aelea, Muhammad Saddam, mengungkapkan bahwa perjalanan menuju AXEAN Festival tidak datang begitu saja. Aelea harus melewati proses kurasi yang mempertemukan mereka dengan ribuan pendaftar lainnya dari berbagai wilayah Asia Tenggara.
Menurut Saddam, lolosnya Aelea menjadi bentuk pengakuan terhadap kemampuan musisi daerah untuk bersaing dan mendapatkan ruang di panggung yang lebih luas.
“Pencapaian ini sekaligus menjadi pengakuan otentik bagi talenta daerah untuk bisa sejajar dengan musisi nasional bahkan internasional,” kata Muhammad Saddam, beberapa malam lalu.
Dari Mamuju Menembus Panggung Asia Tenggara
AXEAN Festival dikenal sebagai platform ekspor musik, festival showcase, sekaligus konferensi musik yang mempertemukan musisi dengan para profesional industri musik dari berbagai negara.
Berbeda dengan festival musik yang semata-mata berorientasi pada hiburan, AXEAN dirancang sebagai ruang pertukaran budaya dan industri musik. Festival ini menjadi tempat bertemunya talenta musik dengan para pengambil keputusan industri, membuka peluang kolaborasi, jejaring, distribusi karya, hingga akses menuju pasar musik internasional.
Bagi Aelea, ruang tersebut menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan karya dan karakter musik Mamuju kepada audiens yang lebih luas.
“AXEAN Festival bukan sekadar panggung musik, melainkan gerbang pembuka jalan bagi karya lokal menuju pasar global,” ujar Saddam.
Keikutsertaan Aelea sekaligus menunjukkan bahwa keterbatasan geografis bukan lagi menjadi penghalang bagi musisi daerah untuk berkembang. Mamuju yang berada jauh dari pusat industri musik nasional kini memiliki wakil yang mampu menembus salah satu panggung showcase musik penting di kawasan Asia Tenggara.

Persiapan Intensif Jelang Tampil di Bali
Menjelang penampilan di Jimbaran Hub, Bali, Aelea mulai meningkatkan intensitas persiapan. Selain memperkuat latihan, mereka juga melakukan pematangan terhadap karakter sound yang akan dibawa ke atas panggung AXEAN Festival 2026.
Penggarapan aransemen hingga elemen sequencer menjadi bagian dari persiapan tersebut. Aelea ingin memastikan penampilan mereka tidak hanya menjadi kesempatan tampil, tetapi juga mampu meninggalkan kesan kepada penonton dan pelaku industri yang hadir.
“Kami mulai mempersiapkan diri lebih intensif, termasuk mengulik lebih detail karakter sound yang akan kami tampilkan. Termasuk part-part sequencer yang akan kami maksimalkan,” jelas Saddam.
Membawa Semangat Skena Musik Mamuju
Aelea lahir pada 2020 dengan membawa semangat untuk ikut menumbuhkan kembali ekosistem musik independen di Mamuju.
Band ini diperkuat Aan Surya Pradana sebagai vokalis, Riza Wahyudi Herly pada gitar, Muh. Rezki pada bass, serta Muhammad Saddam pada drum.
Sejak awal, Aelea tidak hanya ingin hadir sebagai sebuah band, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali geliat musik lokal Mamuju.
Perjalanan tersebut perlahan membuahkan hasil. Aelea mulai mendapatkan perhatian melalui dua single mereka, “Superior” dan “Selumbari”.
Kini, pencapaian mereka memasuki babak baru. Setelah membangun nama dari skena lokal Mamuju, Aelea akan membawa karya mereka ke panggung AXEAN Festival 2026 di Bali.
Keikutsertaan ini diharapkan tidak hanya menjadi pencapaian bagi Aelea, tetapi juga menjadi pemantik bagi tumbuhnya lebih banyak talenta musik dari Mamuju dan Sulawesi Barat untuk berani menembus panggung nasional hingga internasional.
Bagi skena musik Mamuju, langkah Aelea menjadi pesan penting: jarak dari pusat industri bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Dari Mamuju, karya musik lokal kini bersiap didengar lebih jauh, hingga panggung Asia Tenggara.












