MAMUJU, SOROTANPENA.ID — Sebanyak 594.178 warga Sulawesi Barat telah mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga September 2026. Layanan ini menjangkau masyarakat melalui 98 puskesmas yang tersebar di enam kabupaten.
Program CKG bertujuan memperluas akses pemeriksaan kesehatan dan mendorong deteksi dini agar masalah kesehatan dapat ditangani sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menyatakan bahwa capaian tersebut menunjukkan jangkauan layanan pemeriksaan kesehatan gratis melalui jaringan puskesmas di seluruh wilayah Sulawesi Barat.
Pemeriksaan dalam program CKG disesuaikan dengan kelompok umur dan kebutuhan peserta. Pada bayi baru lahir, layanan meliputi pemeriksaan kondisi fisik, skrining penyakit bawaan, dan status gizi. Balita dan anak prasekolah mendapatkan pemeriksaan gizi, mata, telinga, serta kesehatan umum.
Untuk anak usia sekolah, pemeriksaan mencakup kesehatan mata, telinga, gigi, gizi, dan kondisi kesehatan umum. Pada kelompok dewasa, layanan dapat meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, serta deteksi dini penyakit sesuai layanan yang tersedia.
Sementara itu, pemeriksaan bagi lanjut usia dilengkapi penilaian risiko geriatri untuk mengenali kebutuhan kesehatan yang berkaitan dengan proses penuaan.
Melalui pemeriksaan tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal dan memperoleh tindak lanjut sesuai hasil pemeriksaan. Deteksi dini juga diharapkan membantu mengurangi risiko komplikasi serta meningkatkan kesadaran untuk memeriksakan kesehatan secara berkala.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus mendorong masyarakat memanfaatkan layanan CKG di puskesmas. Pelaksanaan program ini sejalan dengan visi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yakni “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera”, melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia yang sehat dan produktif. (Adv/Rls)











