MAMUJU, SOROTANPENA.ID — Sebanyak 20.556 remaja putri di Sulawesi Barat telah mendapatkan skrining anemia dari total 24.748 sasaran, atau mencapai 83,06 persen. Capaian tersebut menjadi dasar untuk memperluas jangkauan pemeriksaan sekaligus memperkuat pencegahan anemia pada remaja putri.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menyampaikan bahwa skrining tersebut telah menjangkau remaja putri di enam kabupaten. Pemeriksaan ini penting untuk mendeteksi anemia sejak dini dan menentukan tindak lanjut yang diperlukan.
Berdasarkan data DKPPKB Sulbar, Polewali Mandar mencatat jumlah penerima skrining terbanyak, yakni 6.646 dari 8.523 sasaran. Berikutnya, Mamuju sebanyak 4.005 dari 5.019 sasaran, Majene 3.075 dari 3.424 sasaran, Pasangkayu 2.963 dari 3.590 sasaran, Mamasa 1.989 dari 2.230 sasaran, serta Mamuju Tengah 1.878 dari 1.962 sasaran.
Selain pemeriksaan, pencegahan anemia diperkuat melalui konsumsi tablet tambah darah (TTD). Realisasi konsumsi TTD tercatat mencapai 51.725 dari 65.330 sasaran, atau sebesar 79,17 persen. Sasaran konsumsi TTD tersebut berbeda dengan sasaran skrining anemia.
Pasangkayu mencatat capaian konsumsi TTD sebesar 100 persen, yakni 7.496 dari 7.496 sasaran. Sementara itu, Polewali Mandar mencatat realisasi sebanyak 15.930 dari 22.867 sasaran, Mamuju 10.486 dari 12.856 sasaran, Majene 6.959 dari 9.760 sasaran, Mamasa 6.155 dari 6.941 sasaran, serta Mamuju Tengah 4.699 dari 5.410 sasaran.
Capaian kedua program tersebut menunjukkan masih adanya sasaran yang perlu dijangkau. Karena itu, perluasan skrining perlu berjalan bersama penguatan edukasi dan kepatuhan konsumsi TTD sesuai anjuran.
Skrining membantu mengenali kondisi anemia lebih awal, sedangkan konsumsi TTD menjadi bagian dari upaya pencegahan. Keduanya perlu didukung kolaborasi lintas sektor agar pelayanan kesehatan remaja putri semakin optimal.
Penguatan kesehatan remaja putri ini sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera,” dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang sehat, unggul, dan produktif sejak usia remaja. (Adv/Rls)








