Polman,SorotanPena – Kegiatan visitasi layanan Kanker, Jantung, Stroke, dan Uro-Nefrologi (KJSU) dilaksanakan di RSUD Hajjah Andi Depu, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), pada Kamis–Jumat, 12–13 Maret 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Direktur I RSUD Hajjah Andi Depu, Anita, serta Kepala Bidang Pelayanan, Andi Dewi, S.Kep., Ns. Visitasi ini merupakan bagian dari upaya penguatan program Pengampuan Jejaring Rujukan KJSU yang digagas oleh Kementerian Kesehatan.
Program tersebut juga menjadi salah satu fokus penguatan sektor kesehatan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dalam mewujudkan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera.
Program pengampuan jejaring rujukan KJSU bertujuan meningkatkan kualitas layanan penyakit tidak menular prioritas. Pasalnya, penyakit kanker, jantung, stroke, dan uro-nefrologi merupakan penyebab kematian tertinggi sekaligus penyumbang pembiayaan terbesar dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Selain itu, kegiatan ini juga dilatarbelakangi oleh ketimpangan akses layanan kesehatan, khususnya di daerah, keterbatasan dokter spesialis dan tenaga kesehatan terlatih, serta keterbatasan sarana dan prasarana medis yang diperlukan untuk penanganan penyakit KJSU secara optimal.
Melalui program jejaring rujukan tersebut, pemerintah mendorong peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, ketersediaan alat kesehatan, serta standarisasi pelayanan di rumah sakit daerah.
Visitasi dilakukan melalui paparan layanan serta telusur fasilitas di RSUD Hajjah Andi Depu guna melihat secara langsung kesiapan layanan di rumah sakit tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menyampaikan bahwa beberapa layanan KJSU di RSUD Hajjah Andi Depu telah berjalan, seperti layanan jantung, stroke, serta uro-nefrologi termasuk hemodialisis.
Selain itu, layanan kesehatan jiwa juga telah tersedia dengan enam ruangan dan 12 tempat tidur, serta layanan tuberkulosis (TB) yang sudah aktif.
“Sementara beberapa layanan lainnya masih dalam tahap persiapan. Layanan kanker direncanakan mulai berjalan setelah pemenuhan alat kesehatan dan pelatihan tenaga,” ujarnya.
Ia menambahkan, layanan kesehatan ibu dan anak, penyakit infeksi dan emergency, serta pelayanan mata juga masih menunggu penguatan kerja sama dan kesiapan fasilitas.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa keterbatasan anggaran serta belum tersedianya alat dari Kementerian Kesehatan menjadi salah satu kendala dalam pengembangan layanan KJSU yang belum berjalan secara optimal.
Meski demikian, diharapkan pada tahun ini seluruh kebutuhan dapat mulai terpenuhi sehingga layanan tersebut dapat segera dioperasionalkan.
Selain itu, untuk peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, pelatihan Basic Neuro Life Support (BNLS) bagi perawat saat ini sedang dalam proses pengajuan melalui rumah sakit pengampu, yakni RSUP Wahidin.
Melalui kegiatan visitasi ini diharapkan penguatan layanan KJSU di RSUD Hajjah Andi Depu terus berkembang sehingga akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan spesialistik di Kabupaten Polewali Mandar semakin meningkat tanpa harus dirujuk ke rumah sakit di kota besar. (Adv/Rls)









