DEPOK, SOROTANPENA.ID – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat mengikuti Pertemuan Evaluasi dan Pengembangan Electronic Immunization Registries (EIRs) yang berlangsung di Wisma Makara Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, pada 4–6 Juni 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan RI tersebut bertujuan mengevaluasi implementasi EIRs sekaligus mengembangkan sistem registrasi imunisasi elektronik guna meningkatkan kualitas data dan efektivitas layanan imunisasi di Indonesia.
Keikutsertaan DKPPKB Sulawesi Barat menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung transformasi digital sektor kesehatan, khususnya penguatan sistem informasi imunisasi yang akurat, terintegrasi, dan berbasis teknologi.
Partisipasi ini juga sejalan dengan visi pembangunan Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik melalui pemanfaatan teknologi digital.
Kepala DKPPKB Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa data imunisasi yang berkualitas merupakan fondasi penting dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan kesehatan yang tepat sasaran.
“Data imunisasi yang akurat menjadi dasar dalam menentukan intervensi kesehatan yang efektif. Karena itu, penguatan sistem registrasi elektronik sangat penting untuk mendukung pelayanan imunisasi yang lebih baik dan menjangkau seluruh sasaran,” ujar dr. Nursyamsi.
Melalui forum tersebut, peserta memperoleh pembaruan terkait pengembangan aplikasi EIRs dan integrasinya dengan platform ASIK (Aplikasi Sehat Indonesiaku), termasuk berbagai strategi peningkatan kualitas pencatatan dan pelaporan imunisasi.
DKPPKB Sulawesi Barat berharap hasil pertemuan ini dapat meningkatkan kapasitas pengelola program imunisasi di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, sehingga pemanfaatan sistem digital kesehatan semakin optimal dalam mendukung peningkatan cakupan imunisasi dan perlindungan kesehatan masyarakat. (Adv/Rls)








