Pasangkayu, SorotanPena.Id – Tim Surveilans Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan kegiatan penemuan kasus dan identifikasi faktor risiko melalui penyelidikan epidemiologi di Kabupaten Pasangkayu selama tiga hari, 4–6 Maret 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kewaspadaan dini melalui penguatan sistem surveilans kesehatan serta respon cepat terhadap potensi Kejadian Luar Biasa (KLB). Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap peningkatan kasus campak yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada awal tahun 2026.
Pelaksanaan kegiatan ini juga sejalan dengan visi pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka yang menekankan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelayanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan berkelanjutan. Dalam misi pembangunan daerah, pemerintah provinsi mendorong penguatan layanan kesehatan dasar, termasuk penguatan sistem surveilans sebagai langkah penting dalam melindungi masyarakat dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I), khususnya campak.
Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat monitoring administratif, tetapi juga menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi serta mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan.
“Kegiatan ini penting untuk menyamakan persepsi, mengidentifikasi faktor risiko, serta mengantisipasi potensi munculnya kasus penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi akibat rendahnya cakupan imunisasi di beberapa wilayah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa campak merupakan penyakit yang sangat menular sehingga membutuhkan kewaspadaan dan respon cepat dari seluruh jajaran tenaga kesehatan.
Melalui kegiatan ini diharapkan koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan fasilitas pelayanan kesehatan semakin kuat dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat.
DKPPKB Sulbar juga mengimbau masyarakat untuk melengkapi imunisasi anak di posyandu atau puskesmas terdekat. Imunisasi merupakan cara paling efektif untuk mencegah penularan campak sekaligus melindungi anak dari berbagai komplikasi yang dapat ditimbulkan oleh penyakit tersebut. (Adv/Rls)













