Tegar: Film Inspiratif yang Bikin Ribuan Siswa Mamuju Antre!

Mamuju, 13 November 2025 – Saat bioskop dijejali film horor yang bikin kaget, komedi yang bikin ngakak, atau drama romantis yang bikin baper, ada satu film yang datang dengan idealisme kuat dan nilai tulus: Tegar.

Disutradarai oleh Anggi Frisca, film ini wajib banget kamu tonton karena menyajikan kisah yang menyentuh dan bikin penontonnya merenung.

Film ini bercerita tentang Satria Tegar Kayana, seorang anak berusia 10 tahun penyandang disabilitas (diperankan oleh M. Aldifi Tegarajasa). Tegar harus menghadapi kenyataan pahit: ia tidak mendapat kasih sayang yang cukup dari ibunya, Wida (Sha Ine Febriyanti), yang sibuk bekerja. Ayahnya? Sudah lama pergi.

Satu-satunya cahaya dan teman sejati Tegar adalah kakeknya (Deddy Mizwar). Sedihnya, sejak lahir Tegar “diasingkan” oleh sang ibu dari dunia luar karena rasa takut akan pandangan orang lain. Ia hanya boleh beraktivitas di dalam rumah dan halaman saja.

Di ulang tahun ke-10, Tegar punya satu impian sederhana: bersekolah dan bermain bebas seperti anak lain. Kakeknya berjanji mewujudkannya, tapi takdir berkata lain; sang kakek wafat tak lama setelah itu.

Saat ibunya harus bekerja ke luar kota dan perawatnya pulang kampung, Tegar ditinggalkan sendirian. Momen inilah yang jadi turning point! Tegar mulai belajar hidup mandiri dan, perlahan, mengenal dunia luar yang selama ini terlarang.

Antusiasme Pelajar di Mamuju Meledak! Aksi Keren Komunitas ‘Teman Tegar’

Di tengah gempuran box office lain, film ‘Tegar’ di bioskop XXI Mall Matos Mamuju berhasil menarik perhatian, terutama dari kalangan pelajar!

Ini bukan sekadar nonton biasa, tapi sebuah gerakan yang dimotori oleh relawan keren bernama ‘Teman Tegar’.

Koordinator ‘Teman Tegar’, Kiki,  mengungkapkan  sudah lebih 3.000 pasang mata dari sejumlah SD di Mamuju telah nonton film ini! Dan masih banyak sekolah lain yang antre!

“Kami optimis, para siswa yang telah menonton ‘Tegar’ memperoleh satu pelajaran penting. Bahwa kaum disabilitas mesti diberikan ruang, kesempatan, dan support. Mereka berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan ruang gerak yang sama seperti lainnya,” ujar Kiki.

Gerakan ini adalah wujud nyata kolaborasi gokil! ‘Teman Tegar’ bekerja sama dengan Pemerintah Daerah, TNI Angkatan Laut, komunitas konten kreator, hingga komunitas sinematografi Pitu Sinema.

Sadly Asis dari Pitu Sinema menegaskan, keikutsertaan mereka didasari semangat untuk membumikan film dengan pesan moral kuat.

Rumah produksi film ‘Tegar’, Aksa Bumi Langit, menyebut bahwa film ini adalah sebuah kampanye gotong royong untuk menyuarakan hak-hak penyandang disabilitas (difabel).

‘Tegar’ bukan hanya film, tapi sebuah gerakan, visi, dan laboratorium mimpi untuk mewujudkan ruang yang setara bagi semua lapisan masyarakat di Indonesia. (Fir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *