Jakarta, SorotanPena.Id — Badan Penghubung Provinsi Sulawesi Barat menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Colours of Cultures Festival (CoCF) 2026, ajang promosi seni dan budaya berskala nasional yang diinisiasi Indonesia Tourism Information Center (ITIC).
Festival yang telah berlangsung hampir satu dekade ini kini resmi masuk dalam agenda nasional Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. CoCF dinilai memiliki peran strategis dalam mempromosikan pariwisata, wastra, serta kekayaan seni budaya Nusantara, sekaligus menjadi ruang kolaborasi lintas pemangku kepentingan, termasuk FORKAPPSI dan FOKAD.
Sebagai bagian dari persiapan, Badan Penghubung Sulawesi Barat menghadiri penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) GIAT 2026 yang digelar pada Rabu, 8 April 2026, di Jakarta. Kepala Badan Penghubung Sulbar, Gemilang Sukma, hadir bersama Kasubid Promosi, Informasi, dan Investasi, Nurul Farasmy.
Melalui kerja sama ini, Sulawesi Barat menegaskan komitmennya dalam mendorong pengembangan seni dan budaya daerah berbasis ekonomi kreatif. Kolaborasi dengan seniman dan mitra budaya diharapkan mampu menghadirkan representasi budaya Sulbar yang lebih inovatif, berkualitas, dan berdaya saing di tingkat nasional hingga internasional.
CoCF 2026 dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang di kawasan Kota Tua Jakarta, dengan beragam agenda seperti pertunjukan tari daerah, pameran wastra, workshop berkain, fashion show, hingga kompetisi fotografi. Festival ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat citra Kota Tua sebagai destinasi wisata budaya kelas dunia.
Kepala Badan Penghubung Sulbar, Gemilang Sukma, menegaskan kesiapan daerahnya untuk berpartisipasi aktif dalam festival tersebut.
“Sulawesi Barat siap menampilkan kekayaan seni dan budaya daerah yang dikemas lebih segar, kolaboratif, dan representatif. Ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan identitas budaya Sulbar ke panggung nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, nilai-nilai budaya lokal Sulawesi Barat diharapkan dapat menginspirasi masyarakat luas sekaligus mendorong pelestarian budaya.
“Budaya Sulawesi Barat memiliki nilai positif yang dapat menginspirasi sekaligus memperkuat promosi keunikan daerah melalui CoCF,” tambahnya.
Sementara itu, Kasubid Promosi, Informasi, dan Investasi, Nurul Farasmy, berharap CoCF 2026 mampu menghadirkan konsep yang lebih kuat dan bermakna.
“Kami ingin festival ini tidak hanya menampilkan seni budaya, tetapi juga menghadirkan filosofi yang mendalam, sehingga menjadi ajang yang selalu dinanti dan diminati masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya promosi produk unggulan daerah.
“Produk dan souvenir khas Sulawesi Barat diharapkan mampu menceritakan keindahan dan pesona bumi Malaqbi secara menarik dan berkesan,” pungkasnya. (Rls/*)











