Polman, 28 Juli 2025 – Dukungan terhadap keberlanjutan tradisi bahari Sandeq semakin kuat. Ketua Komisi I DPRD Sulawesi Barat, Syamsul Samad, menghadiri pengundian nomor peserta Sandeq Silumba 2025 di Polewali Mandar, Minggu (27/7). Acara ini menjadi simbol komitmen pemerintah dalam melestarikan budaya dan memajukan event tahunan yang dijadwalkan digelar pada 21–26 Agustus 2025.
Dalam pertemuan tersebut, Syamsul Samad menyambut baik apa yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat bahwa seluruh hak peserta—yang dikenal sebagai Passandeq—akan dipenuhi sebelum perlombaan dimulai. Sebanyak 55 Sandeq peserta masing-masing menerima dana bantuan sebesar Rp 5 juta yang diperuntukkan sebagai biaya perbaikan perahu.
“Hari ini lebih awal teman-teman panitia menyelesaikan hal-hal teknis, misalnya posisi start saat di Pantai Bahari Polman nanti,” ungkap Syamsul.
Ia juga menambahkan bahwa besaran hadiah dan hak-hak lain yang diterima oleh peserta telah dibahas dan disepakati bersama.
“Kita berikan garansi kepada mereka bahwa segala hak-hak peserta diberikan sebelum berlomba. Ini adalah bentuk komitmen kami agar Passandeq tidak merasa dikorbankan,” ujarnya.
Salah satu peserta, Baharuddin atau yang akrab disapa Ustadz Gondrong, memberikan apresiasi atas pelaksanaan Sandeq Silumba tahun ini. Ia menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga.
“Ini luar biasa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, baik dari segi pengaturan panitia maupun pemenuhan hak-hak Passandeq. Kami berharap event ini terus digelar setiap tahun,” tuturnya.
Sandeq Silumba merupakan ajang pelayaran tradisional khas Mandar yang menjadi ikon budaya maritim Sulawesi Barat. Ajang ini tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga menjadi momen penting untuk membangkitkan pariwisata dan ekonomi daerah. (Adv)













