Mamuju, SorotanPena.Id — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Gerakan Ibu Hamil Sehat bertema Pasangkayu Peduli Ibu Hamil yang digelar secara daring, Senin (20/4). Aksi serentak gerakan ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa (21/4), bertepatan dengan peringatan Hari Kartini.
Melalui Tim Kerja Promosi Kesehatan, Kesehatan Komunitas dan Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan (Promkeskomtan), DKPPKB Sulbar berperan aktif dalam memperkuat promosi kesehatan serta pengembangan media edukasi guna menyukseskan kegiatan yang akan dilaksanakan di seluruh wilayah Kabupaten Pasangkayu.
Kegiatan ini sejalan dengan misi pembangunan Sulawesi Barat dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter, sebagai bagian dari Panca Daya di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka.
Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Dinas Kesehatan Kabupaten Pasangkayu yang menginisiasi gerakan berfokus pada peningkatan kesehatan ibu hamil tersebut.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Promkeskomtan DKPPKB Sulbar, Muh. Saleh, mengungkapkan sejumlah inovasi dalam pelaksanaan Gerakan Ibu Hamil Sehat tahun ini. Salah satunya adalah pemberian penghargaan kepada ibu hamil yang telah memenuhi standar pelayanan kesehatan, seperti melakukan pemeriksaan kehamilan minimal enam kali, termasuk dua kali pemeriksaan USG, rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), serta aktif mengikuti kelas ibu hamil.
“Selain itu, akan dilakukan pembacaan Deklarasi Bumil Sehat yang diikuti oleh seluruh ibu hamil dan pemangku kepentingan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga kesehatan ibu dan bayi,” ujarnya.
Melalui gerakan ini, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin untuk memastikan persalinan berjalan aman serta bayi lahir sehat.
DKPPKB Sulbar juga mengimbau seluruh ibu hamil untuk menjaga pola makan bergizi seimbang, rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah, serta melakukan pemeriksaan kehamilan minimal enam kali di fasilitas kesehatan. Langkah ini penting untuk memantau tumbuh kembang janin sekaligus mendeteksi dini potensi komplikasi selama kehamilan. (Adv/Rls)







