Mamuju, SorotanPena.Id – Provinsi Sulawesi Barat menjadi salah satu provinsi dengan capaian terbaik dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) Tuberkulosis (TBC) tahun 2025. Berdasarkan pemaparan Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Akhmad Wiyagus, dalam Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah (Rakorpusda) yang dilaksanakan secara daring pada Selasa, 10 Februari 2026, Sulawesi Barat menempati peringkat ketiga nasional dalam capaian SPM Penanggulangan TBC dengan angka 126 persen, melampaui target nasional sebesar 100 persen.
Capaian tersebut menempatkan Sulawesi Barat sebagai salah satu provinsi dengan kinerja terbaik di Indonesia dalam percepatan penemuan dan penanganan kasus TBC. Secara nasional, capaian SPM TBC berada pada angka 95 persen, sementara masih terdapat 22 provinsi yang belum mencapai target. Pemerintah pusat pun mendorong percepatan perbaikan dan optimalisasi kinerja pada tahun 2026.
Keberhasilan Sulawesi Barat ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Pemerintah Pusat dalam rangka percepatan eliminasi TBC, sekaligus sejalan dengan visi “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera” yang digagas Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka.
Rapat koordinasi tersebut turut diikuti Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Asisten III Administrasi Umum Setda Provinsi Sulawesi Barat, Habibi Azis, yang didampingi Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Kesehatan Lingkungan DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Muhammad Ihwan.
Dalam arahannya, Wakil Menteri Dalam Negeri menegaskan bahwa percepatan penuntasan TBC merupakan mandat strategis pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis. Regulasi tersebut menekankan pentingnya penguatan aspek perencanaan, pendanaan, sumber daya manusia, penemuan kasus aktif, pelaporan terintegrasi, hingga pendampingan pasien sampai tuntas berobat.
Menanggapi capaian tersebut, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolaboratif seluruh jajaran pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, serta dukungan masyarakat.
“Peringkat ketiga nasional ini menunjukkan bahwa komitmen dan kerja keras seluruh pemangku kepentingan di Sulawesi Barat dalam pengendalian TBC telah berjalan di jalur yang benar. Namun, ini bukan akhir, justru menjadi pemacu bagi kami untuk mempertahankan bahkan meningkatkan capaian agar eliminasi TBC di Sulawesi Barat benar-benar terwujud,” tegas dr. Nursyamsi Rahim.
Ia menambahkan, DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat akan terus memperkuat penemuan kasus secara aktif, meningkatkan kepatuhan pengobatan pasien, memperkuat sistem pelaporan, serta membangun sinergi lintas sektor sebagai bagian dari upaya berkelanjutan melindungi masyarakat dari ancaman TBC. (Adv/Rls)









