Posyandu Ujung Parappe Masuk Nominasi Posyandu Berprestasi Sulbar 2026

MAJENE, SOROTANPENA.ID — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat memberikan apresiasi kepada Posyandu Ujung Parappe, Desa Lalatedzong, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, yang mengikuti penilaian nominasi Posyandu Berprestasi Tingkat Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2026.

Posyandu Ujung Parappe menjadi salah satu Posyandu yang telah menerapkan konsep Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) dengan mengembangkan pelayanan kesehatan berbasis siklus hidup. Pendekatan ini memperluas peran Posyandu, tidak hanya melayani bayi dan balita, tetapi juga ibu, anak, remaja, usia produktif hingga lanjut usia.

Penilaian nominasi menjadi momentum bagi tim penilai untuk melihat secara langsung pelaksanaan pelayanan, kapasitas kader, inovasi, tata kelola Posyandu, serta dukungan pemerintah desa dan lintas sektor dalam memperkuat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.

DKPPKB Sulbar mengapresiasi komitmen para kader bersama Pemerintah Desa Lalatedzong dalam menjaga keberlanjutan pelayanan Posyandu. Kader memiliki peran strategis sebagai penggerak masyarakat sekaligus penghubung antara keluarga dengan fasilitas pelayanan kesehatan.

Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, mengatakan Posyandu merupakan salah satu fondasi penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan yang dekat dengan masyarakat.

“Kami memberikan apresiasi kepada seluruh kader Posyandu Ujung Parappe yang terus memberikan pelayanan dan menggerakkan masyarakat. Posyandu ILP harus menjadi ruang pelayanan yang dekat dengan keluarga dan mampu menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat sepanjang siklus kehidupan,” ujar dr. Nursyamsi Rahim.

Menurutnya, keikutsertaan Posyandu Ujung Parappe dalam nominasi Posyandu Berprestasi tingkat provinsi bukan semata-mata tentang kompetisi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi, memperkuat dan mengembangkan berbagai praktik baik yang telah berjalan agar dapat diterapkan di wilayah lainnya.

“Penilaian ini harus kita lihat sebagai ruang untuk belajar dan memperkuat hal-hal yang sudah baik. Inovasi yang tumbuh di Posyandu dapat menjadi contoh dan direplikasi sehingga manfaat pelayanan kesehatan semakin luas dirasakan masyarakat,” lanjutnya.

Penerapan Posyandu ILP juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan primer yang lebih terintegrasi, berkesinambungan dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat di setiap tahapan kehidupan.

Penguatan Posyandu ILP tersebut sejalan dengan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, khususnya dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, unggul dan berkarakter melalui pelayanan kesehatan yang berkualitas dan merata.

DKPPKB Sulbar berharap semangat, komitmen dan inovasi yang ditunjukkan Posyandu Ujung Parappe dapat menjadi inspirasi bagi Posyandu lainnya di Sulawesi Barat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, kapasitas kader dan pemberdayaan masyarakat.

Dengan penguatan Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan berbasis masyarakat, diharapkan akses pelayanan kesehatan semakin dekat, inklusif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan. (Adv/Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *