MAMUJU,SOROTANPENA.ID — PT Sulawesi Barat Malaqbi Perseroda menyiapkan kemitraan sebagai offtaker atau pembeli hasil pertanian masyarakat pada lahan transmigrasi seluas sekitar 100 hektare di SP Rano, Mehalaan, Kabupaten Mamasa. Langkah ini mendukung Perencanaan Ekosistem Satu Areal Lahan Transmigrasi Sulbar Pesat.
Direktur Utama PT Sulawesi Barat Malaqbi Perseroda, Hajrul Malik, menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalin kesepakatan kerja sama dengan gabungan kelompok tani di Rano. Kemitraan tersebut mencakup penyerapan hasil pertanian sekaligus pembinaan masyarakat pada areal binaan Dinas Transmigrasi.
Menurut Hajrul, kerja sama ini menjadi langkah awal pengembangan kemitraan antara Perseroda dan sektor transmigrasi. Pengembangan tahap awal diarahkan pada komoditas cabai dengan cakupan lahan sekitar 100 hektare.
Melalui peran sebagai offtaker, Perseroda akan menjadi mitra penyerapan hasil produksi petani. Kerja sama tersebut diharapkan dapat berkembang untuk komoditas lain dan menjangkau kawasan transmigrasi lainnya di Sulbar.
Sementara itu, Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Provinsi Sulawesi Barat, Dr. Andi Farid Amri, mendukung keterlibatan offtaker dalam pengembangan kawasan transmigrasi Rano, Mamasa.
Andi Farid mengarahkan agar kemitraan tersebut berjalan seiring dengan pembinaan masyarakat, terutama untuk memfokuskan usaha pertanian pada komoditas unggulan. Pengembangan kawasan juga perlu diarahkan pada hilirisasi hasil produksi agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun keterhubungan antara kegiatan budidaya, pembinaan petani, pengolahan hasil, dan penyerapan pasar dalam Perencanaan Ekosistem Satu Areal Lahan Transmigrasi.
Kemitraan pemerintah, Perseroda, dan kelompok tani diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan usaha pertanian serta meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat kawasan transmigrasi Rano. (fir)






