MAMUJU TENGAH, SOROTANPENA.ID – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) menggelar Rapat Koordinasi Implementasi Jejaring dan Supervisi Fasilitatif Layanan Program Kesehatan Keluarga, Gizi, dan Kesehatan Reproduksi.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Wisma Bahari Topoyo, Senin (31/8/2026) ini, menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi dan keterpaduan pelaksanaan program kesehatan di level akar rumput.
Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinkes Kabupaten Mateng, Setyo Bero, bersama seluruh jajaran Kepala Puskesmas, Penanggung Jawab (Pj) Kesehatan Ibu, Pj Gizi, dan Pj Promosi Kesehatan (Promkes) se-Kabupaten Mamuju Tengah. Selain itu, kegiatan ini juga diperkuat dengan kehadiran Tim Kerja Kesehatan Keluarga serta Tim Kerja Promosi Kesehatan dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat.
Melalui forum koordinasi ini, para peserta diajak untuk menyamakan langkah dan mengidentifikasi berbagai tantangan di lapangan. Tujuannya adalah agar pelayanan dasar seperti kesehatan keluarga, perbaikan gizi, hingga promosi kesehatan dapat berjalan lebih optimal, terintegrasi, dan tepat sasaran.
Penguatan sinergi antara Pemkab Mamuju Tengah dan Pemprov Sulbar ini dinilai krusial. Kolaborasi yang solid diharapkan mampu memastikan setiap program kesehatan berdampak nyata bagi perbaikan kualitas hidup masyarakat.
Dihubungi secara terpisah, Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap langkah Dinkes Mateng. Menurutnya, hal ini merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya mewujudkan Visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera.
“Pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas harus terus kita kejar. Oleh karena itu, DKPPKB Sulbar akan terus mendorong penguatan kolaborasi lintas program dan sektor untuk memastikan pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas di seluruh wilayah Sulawesi Barat,” tegas dr. Nursyamsi.
Melalui sinergi yang terjalin erat ini, diharapkan tidak ada lagi sekat dalam pelaksanaan program kesehatan, sehingga penanganan isu-isu krusial seperti gizi buruk, stunting, hingga kesehatan ibu dan anak dapat ditangani secara lebih komprehensif. (Adv/Rls)












