Mamuju, SorotanPena.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui penguatan layanan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana (KB).
Langkah ini sejalan dengan Panca Daya ke-3, yakni mewujudkan SDM yang unggul dan berkarakter, sebagaimana digagas Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka bersama Wakil Gubernur Salim S Mengga.
Sebagai bentuk implementasi kebijakan tersebut, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan pendampingan dan pelayanan bagi akseptor KB di Klinik BKKBN, Selasa (3/2/2026). Kegiatan ini tidak hanya menitikberatkan pada pelayanan medis, tetapi juga konseling komprehensif guna meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perencanaan keluarga.
Pendampingan dilakukan oleh Penelaah Teknis Kebijakan Bidang Pengendalian Penduduk dan KB DKPPKB Sulbar, Henni. Ia secara langsung mengantar dan mendampingi akseptor KB untuk memperoleh layanan lanjutan di Klinik BKKBN. Di klinik, akseptor mendapatkan pelayanan serta konseling dari Bidan Nadira terkait pilihan metode KB dan manfaatnya bagi kesehatan ibu dan keluarga.
Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memastikan setiap keluarga, khususnya pasangan usia subur, memperoleh akses layanan KB yang berkualitas, aman, dan berkelanjutan.
“Pendekatan pendampingan langsung dinilai efektif untuk meningkatkan kepercayaan akseptor sekaligus memastikan layanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing keluarga,” tutup dr. Nursyamsi. (Adv/Rls)









