Mamuju, SorotanPena.Id — Dalam rangka memperingati Hari Posyandu yang jatuh pada 29 April, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat menjadi narasumber dalam dialog interaktif “Indonesia Sehat” yang digelar RRI Mamuju, Jumat (24/4/2026).
Mengusung tema “Transformasi Posyandu Bidang Kesehatan: Layanan untuk Seluruh Siklus Hidup”, DKPPKB Sulbar menghadirkan tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Wawan Iskandar dan Adryani Sirandan.
Dalam dialog tersebut, dijelaskan bahwa Posyandu telah mengalami perkembangan panjang, mulai dari program Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD) pada 1975, menjadi Posyandu pada 1985, hingga kini diperkuat melalui kebijakan Transformasi Layanan Primer.
Melalui transformasi ini, Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada ibu dan anak, tetapi berkembang menjadi layanan kesehatan berbasis masyarakat yang mencakup seluruh siklus hidup, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, usia sekolah, remaja, dewasa, hingga lansia. Posyandu juga diperkuat sebagai tempat skrining dan deteksi dini berbagai faktor risiko dan penyakit di masyarakat.
Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa transformasi Posyandu merupakan langkah strategis dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.
“Posyandu kini berkembang menjadi pusat layanan kesehatan berbasis masyarakat yang melayani seluruh siklus hidup. Ini penting dalam mendukung deteksi dini dan pencegahan penyakit di tingkat komunitas,” ujarnya.
Kegiatan ini sejalan dengan visi “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera” di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, khususnya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul melalui penguatan layanan kesehatan berbasis masyarakat.
Melalui dialog ini, diharapkan masyarakat semakin memahami peran Posyandu yang telah bertransformasi serta aktif memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia di lingkungannya. (Adv/Rls)







