MAMUJU, SOROTANPENA.ID – Pemerintah Kabupaten Mamuju melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) tengah menggagas penyelenggaraan Festival Desa 2027 yang direncanakan melibatkan 88 desa di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah promosi potensi desa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan pemberdayaan masyarakat.
Kepala Dinas PMD Kabupaten Mamuju, M. Fauzan Basir, mengatakan Festival Desa akan menjadi ruang kolaborasi bagi pemerintah desa, pelaku ekonomi kreatif, dan generasi muda dalam memperkenalkan produk unggulan serta inovasi yang berkembang di masing-masing desa.
Untuk mendukung rencana tersebut, pihaknya akan menggandeng sejumlah mitra, di antaranya Indonesia Creative Cities Network (ICCN), komunitas pemuda penggerak ekonomi kreatif, serta TVRI untuk memperluas publikasi kegiatan dan potensi desa.
Selain mempersiapkan festival, Pemkab Mamuju juga berencana mengoptimalkan kawasan di samping gedung perpustakaan daerah sebagai pusat literasi (literacy hub) dan pusat kreativitas (creative hub) bagi generasi muda.
Menurut Fauzan, pengembangan fasilitas tersebut sejalan dengan visi Bupati Mamuju dalam menghadirkan ruang yang mendukung peningkatan literasi, kreativitas, dan inovasi masyarakat.
Sementara itu, Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Barat, Sofyan Rendy, menyatakan dukungannya terhadap penguatan ekonomi kreatif daerah melalui pengembangan UMKM dan perluasan sistem pembayaran digital menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Menurutnya, penggunaan QRIS semakin relevan dengan perubahan perilaku transaksi masyarakat, khususnya generasi milenial dan Gen Z yang semakin terbiasa melakukan pembayaran nontunai melalui telepon pintar.
Karena itu, BI Sulbar mendorong penggunaan QRIS dalam berbagai kegiatan dan festival yang diselenggarakan pemerintah daerah sebagai upaya mempermudah transaksi sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.
BI Sulbar juga terus mendorong keterlibatan UMKM binaan, khususnya pelaku usaha sektor wastra dan kuliner, dalam berbagai kegiatan daerah, seperti Sandeq Silumba di Polewali Mandar dan Majene, festival di Pasangkayu, hingga Festival Katinting.
Rendy menilai penyelenggaraan festival dan kegiatan kreatif dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, terutama melalui peningkatan transaksi produk lokal dan terbukanya peluang pasar bagi pelaku UMKM.
Selain mendukung digitalisasi pembayaran, BI Sulbar juga menyatakan kesiapan membantu promosi kegiatan ekonomi kreatif daerah serta menjembatani komunikasi dengan Kementerian Pariwisata.
Kolaborasi antara Pemkab Mamuju, Bank Indonesia, komunitas kreatif, dan berbagai pemangku kepentingan tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif desa sekaligus mendukung persiapan Festival Desa 2027 sebagai ajang promosi potensi lokal di Kabupaten Mamuju. (fir)












