Mamuju, SorotanPena.Id – Komitmen memperkuat kualitas layanan kesehatan masyarakat desa terus diperkuat. Tim PASTI PADU Provinsi Sulawesi Barat menggelar Rapat Pemantapan Pelaksanaan Pelatihan Kader Posyandu Lokus PASTI PADU di Ruang Rapat Dinas Sosial P3A dan PMD Provinsi Sulawesi Barat, Jumat (27/2).
Rapat ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan pelatihan bagi kader di 72 desa lokus PASTI PADU se-Sulawesi Barat. Setiap kabupaten akan mengirimkan 84 kader dengan komposisi tujuh kader per desa sebagai ujung tombak penguatan layanan Posyandu di wilayah masing-masing.
Kegiatan dipimpin Plt. Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa Dinas Sosial P3A dan PMD Provinsi Sulawesi Barat, Supiati Sahid, serta diikuti Tim Teknis PASTI PADU Provinsi dan unsur perangkat daerah terkait.
Dukungan lintas sektor turut menguatkan persiapan pelatihan ini. Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Barat hadir melalui perwakilan program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Promosi Kesehatan, serta Tata Kelola Kesehatan Masyarakat.
Selain itu, pelatihan mendapat dukungan pendanaan dari PKK untuk pengelolaan dan peningkatan kompetensi kader di 25 Posyandu prioritas sebagai bagian dari penguatan kapasitas pelayanan dasar di desa.
Kepala Dinas Kesehatan P2KB Provinsi Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan komitmen penuh dalam mendukung program PASTI PADU, khususnya dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting.
“Kami siap mendukung dan senantiasa bekerja bersama dalam penguatan program PASTI PADU, terutama dalam percepatan penurunan stunting di Sulawesi Barat. Ini merupakan kontribusi nyata menuju penguatan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter,” ujarnya.
Langkah ini selaras dengan visi pembangunan daerah melalui Panca Daya dalam mewujudkan SDM unggul menuju Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera sebagaimana digagas Gubernur Suhardi Duka.
Dengan sinergi lintas sektor dan penguatan kapasitas kader Posyandu, PASTI PADU diharapkan menjadi garda terdepan dalam percepatan penurunan stunting serta peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak di desa-desa lokus Sulawesi Barat. (Adv/Rls)













