Mamuju, SorotanPena.Id – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat layanan penanganan kanker melalui pendampingan pemenuhan sumber daya manusia (SDM) serta sarana dan prasarana alat (SPA) pada Instalasi Radioterapi RSUD Provinsi Sulawesi Barat, Rabu (4/2/2026). Pendampingan ini dilakukan menyusul hasil visitasi Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN).
Kegiatan pendampingan dipimpin Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Kefarmasian, dan SDM Kesehatan DKPPKB Sulbar, dr. Darmawiyah, bersama jajaran Bidang Pelayanan Kesehatan dan SDM Kesehatan. Fokus utama kegiatan ini adalah memastikan seluruh rekomendasi hasil visitasi dapat ditindaklanjuti secara terukur dan sistematis, sehingga layanan radioterapi dapat segera beroperasi secara optimal.
Dr. Darmawiyah menegaskan bahwa keberadaan layanan radioterapi di RSUD Provinsi Sulawesi Barat merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan rujukan di daerah, khususnya bagi pasien kanker yang selama ini harus dirujuk ke luar provinsi.
“Pendampingan ini tidak hanya untuk memenuhi persyaratan administratif, tetapi memastikan kesiapan SDM, peralatan, dan sistem pelayanan agar mampu memberikan layanan yang aman, bermutu, dan berkelanjutan bagi masyarakat Sulawesi Barat,” tegasnya.
Melalui pendampingan tersebut, DKPPKB Sulbar melakukan pemetaan kebutuhan tenaga kesehatan spesialis dan teknis radioterapi, pemenuhan standar keselamatan radiasi, serta penyesuaian sarana dan prasarana sesuai regulasi Kementerian Kesehatan dan BAPETEN.
Sementara itu, Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menyampaikan bahwa langkah ini sejalan dengan Visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera yang diusung Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka bersama Wakil Gubernur Salim S Mengga, khususnya dalam penguatan layanan kesehatan rujukan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan.
Dengan penguatan instalasi radioterapi ini, RSUD Provinsi Sulawesi Barat diharapkan mampu berkembang menjadi pusat layanan kanker regional, memberikan harapan baru bagi pasien, mengurangi beban rujukan ke luar daerah, serta meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas. (Adv/Rls)













