Polewali Mandar, SorotanPena.Id – Pasca kebakaran yang melanda Dusun Kp. Tulu, Desa Galung Tulu, pada Sabtu malam (28/2/2026) sekitar pukul 20.40 WITA, jajaran kesehatan bergerak cepat memberikan layanan kepada masyarakat terdampak. Melalui koordinasi Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar, Puskesmas Pambusuang membuka Posko Layanan Kesehatan yang dipusatkan di Masjid Galung Tulu, Kecamatan Pambusuang.
Berdasarkan data sementara, kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 37 rumah warga, dengan rincian 29 rumah habis terbakar, 5 rumah mengalami rusak berat, dan 3 rumah rusak ringan. Dalam peristiwa tersebut tercatat satu korban meninggal dunia akibat serangan jantung dengan riwayat hipertensi. Tidak terdapat korban luka ringan maupun luka berat akibat kejadian tersebut.
Meskipun tidak ditemukan korban luka secara langsung akibat kebakaran, layanan kesehatan tetap dihadirkan sebagai langkah antisipatif terhadap dampak pascabencana. Hal ini mencakup potensi gangguan psikologis, kekambuhan penyakit kronis, serta risiko infeksi saluran pernapasan akibat paparan asap dan kondisi lingkungan pascakebakaran.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nusryamsi Rahim, menegaskan bahwa kehadiran posko kesehatan merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat terdampak.
“Dukungan layanan kesehatan sangat penting bagi masyarakat yang terdampak kebakaran, khususnya kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, balita, dan lansia. Kami memastikan pelayanan tetap tersedia, mudah diakses, dan responsif terhadap kebutuhan warga,” ujarnya.
Posko kesehatan yang disiapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar bersama Puskesmas Pambusuang menyediakan layanan pemeriksaan tekanan darah, skrining penyakit, konsultasi kesehatan, dukungan psikososial, serta distribusi obat-obatan dasar dan masker bagi warga terdampak.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi lintas sektor sesuai arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, agar penanganan pascabencana berjalan terpadu, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (Adv/Rls)













