Polewali Mandar, SorotanPena.Id — Panen perdana di wilayah P3A Lajampi, Desa Indo Makkombong, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar, pada Daerah Irigasi (D.I) Lakejo mencatat capaian menggembirakan. Hasil panen di BLO 3 kiri menembus angka 9 ton per hektare, menjadi indikator kuat bahwa pengelolaan irigasi yang optimal mampu meningkatkan produktivitas pertanian secara signifikan.
Capaian ini sejalan dengan visi dan misi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sebagai bagian dari kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak di lapangan. Rudi, selaku pengurus P3A Lakejo, menyampaikan apresiasi kepada para penjaga pintu air serta koordinator juru yang dinilai konsisten menjaga distribusi air tetap optimal hingga ke lahan pertanian. Sinergi ini menjadi kunci utama dalam memastikan ketersediaan air yang merata dan berkelanjutan bagi para petani.
Dari sisi ekonomi, capaian panen ini turut memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani. Dengan harga gabah berkisar antara Rp7.400 hingga Rp7.500 per kilogram, petani merasakan peningkatan pendapatan dari surplus hasil produksi. Kondisi ini menciptakan optimisme baru di kalangan petani serta memperkuat ketahanan sektor pertanian di tingkat lokal.
Keberhasilan ini juga didukung oleh implementasi Gerakan Bersih Irigasi melalui pendekatan Pancadaya. Program tersebut merupakan bagian dari inovasi Dinas PUPR Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Kepala Dinas, Surya Yuliawan Sarifuddin, yang terus mendorong tata kelola irigasi berbasis partisipasi dan keberlanjutan.
Dalam keterangannya, Sabtu (28/3/2026), Surya Yuliawan Sarifuddin memberikan apresiasi atas capaian tersebut dan menegaskan bahwa keberhasilan di D.I Lakejo dapat menjadi model yang direplikasi di wilayah lain. Upaya ini diyakini menjadi pendorong strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung agenda nasional di sektor pertanian dan infrastruktur sumber daya air.
Secara nasional, capaian ini memperkuat bahwa pembangunan infrastruktur irigasi yang terintegrasi dengan pemberdayaan masyarakat mampu memberikan dampak nyata. Di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika ekonomi global, sektor irigasi menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas pangan. Sulawesi Barat, melalui inovasi dan kolaborasi ini, menunjukkan peran aktifnya sebagai bagian dari solusi ketahanan pangan Indonesia. (Adv/Rls)













