MAMUJU, SOROTANPENA.ID — Koordinator Daerah Indonesia Creative Cities Network (Korda ICCN) Sulawesi Barat bersama Pemerintah Kabupaten Mamuju menggelar Musyawarah Kreatif sebagai langkah awal penguatan ekosistem ekonomi kreatif daerah menuju Mamuju Kabupaten Kreatif.
Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh, Ketua Umum ICCN / Dirut LPP TVRI Tb. Fiki C. Satari, Korda ICCN Sulbar Ivannandar Iskandar, Kepala Dinas PMD Kabupaten Mamuju Muh. Fausan Basir, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Barat, serta Kepala Stasiun TVRI Sulawesi Barat. Forum ini juga diramaikan oleh jajaran Kepala Desa se-Kabupaten Mamuju, pengelola BUMDes, komunitas kreatif lintas sektor, serta para penggerak kreatif lokal. Dalam pemaparannya, Koordinator Daerah ICCN Sulbar Ivannandar Iskandar menegaskan bahwa gerakan ekonomi kreatif di daerah ini bertumpu pada modal sosial anak muda yang sangat luar biasa.

“Mamuju sebenarnya tidak pernah kekurangan potensi kreatif yang dimiliki oleh anak mudanya. Ada karya film, seni rupa, fashion, fotografi, literasi, konten kreator, musik, dan masih banyak lagi. Melalui forum Musyawarah Kreatif ini, kami ingin memastikan bahwa Pemda Mamuju tidak akan berjalan sendiri dalam menggagas Mamuju menjadi kabupaten kreatif yang memuliakan kreativitas anak mudanya dalam arah pembangunan,” tegas Ivannandar Iskandar, Korda ICCN Sulbar. Dalam forum tersebut, Ivan juga menyampaikan apresiasi tinggi atas langkah progresif Pemerintah Kabupaten Mamuju yang didukung penuh oleh Dinas PMD dan OPD terkait dalam mendukung Peraturan Daerah (Perda) Ekonomi Kreatif. Perda ini akan dinilai sebagai bukti nyata keberpihakan Pemkab Mamuju dalam memberikan kepastian hukum, perlindungan, dan fasilitasi bagi para pelaku kreatif.
“Perda Ekraf yang dihadirkan Pemkab Mamuju adalah rel atau jalurnya. Sementara gerbong dan mesin penggeraknya adalah komunitas, desa, dan pelaku kreatif. Kami menegaskan kembali bahwa komunitas kreatif siap membersamai Pemkab Mamuju dan beraksi nyata di lapangan untuk mengeksekusi visi Mamuju Keren menuju Kabupaten Kreatif,” lanjut Ivannandar. Guna memastikan keberlanjutan program, ICCN menegaskan posisinya sebagai agregator dan akselerator yang menganyam potensi lokal—seperti kolaborasi BUMDes dengan komunitas kreatif untuk promosi produk desa, desain kemasan, hingga festival budaya—lalu menghubungkannya ke jaringan 200 lebih kota dan kabupaten kreatif se-Indonesia.
Selain itu, Musyawarah Kreatif ini juga mendorong pentingnya penyediaan Ruang & Titik Temu (Creative Hub) sebagai wadah komunal tempat bertemunya lintas sektor secara organik untuk melahirkan inovasi dan kemitraan ekonomi. “Pemerintah menyediakan wadah dan regulasi, komunitas menghembuskan ruh dan karya, sementara ICCN menyambungkan simpul kerjasamanya. Pada akhirnya, Mamuju Keren dan Kreatif adalah milik seluruh masyarakat Bumi Manakarra,” tutupnya.











