Mamuju, 14 Agustus 2025 — Menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Mamuju menggelar Lomba Bertutur Tingkat SD/MI dengan tema Maccarita Angngatanta sebagai bagian dari rangkaian Semarak Kemerdekaan 17 Agustus. Kegiatan ini juga menjadi implementasi program MACCANGA untuk menghidupkan kembali tradisi bercerita rakyat yang sarat nilai budaya dan kebangsaan.
Lomba yang diadakan di Home Teather Dispusip Mamuju ini diikuti 13 peserta dari utusan sekolah jenjang kelas 4–5 SD/MI. Mereka membawakan cerita rakyat yang mengandung nilai perjuangan, kepahlawanan, dan legenda lokal dengan durasi maksimal sembilan menit.
Dewan juri yang terdiri dari Adi Arwan Alimin (Sastrawan), Muhtiata Muhdar (Guru), M. Zakir Akbar (Pemerhati Literasi), Syafri Arifuddin (Pegiat Literasi), dan Sakina Amaliah Pratiwi (Pendongeng) memutuskan enam peserta terbaik sebagai pemenang:
-
Juara 1: Tita Adraya – SD Negeri 1 Mamuju
-
Juara 2: Ubaid Ibnu Muhdar – SD Inpres Simboro
-
Juara 3: Raisa – SD Negeri 1 Karema
-
Harapan 1: Calista Dealova Fongiman – SD Negeri 1 Mamuju
-
Harapan 2: Wafa Idrina – SDN Tambayako
-
Harapan 3: Muh. Fatih Daffa – SD Inpres Simboro
Kepala Dispusip Mamuju, Muhammad Fausan Basir, menegaskan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana membentuk generasi muda yang mengenal dan bangga terhadap warisan budaya bangsa.
“Cerita rakyat adalah bagian dari identitas kita. Melalui lomba bertutur ini, kita ingin anak-anak Mamuju tidak hanya mengenal kisah-kisah itu, tetapi juga mampu menuturkannya dengan bangga. Ini adalah bagian dari perayaan kemerdekaan yang mencerdaskan,” ujarnya.
Sementara itu, Tita Adraya, juara pertama lomba bertutur, mengungkapkan rasa bangganya bisa menjadi yang terbaik di momen istimewa ini.
“Saya senang sekali bisa menang di lomba ini, apalagi dalam rangka 17 Agustus. Semoga teman-teman terus semangat membaca dan bercerita, karena dari cerita kita bisa belajar banyak hal,” tuturnya.
Dengan total hadiah Rp 3,8 juta plus trofi, lomba ini diharapkan menjadi pemicu semangat anak-anak untuk mencintai literasi sejak dini sekaligus menjaga tradisi bertutur sebagai warisan bangsa.







