Polewali Mandar, SorotanPena.Id – Legislator Provinsi Sulawesi Barat, Jumiaty A. Mahmud, turun langsung menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di Desa Galung Tulu, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar, Senin (2/3/2026).
Dalam kunjungannya, Jumiaty membagikan paket kebutuhan pokok, pakaian muslimah (gamis), serta perlengkapan salat kepada warga terdampak kebakaran yang terjadi pada Jumat malam (28/2/2026). Bantuan tersebut diserahkan secara langsung kepada para korban yang saat ini berupaya memulihkan kondisi pascakejadian.
Jumiaty yang juga menjabat sebagai Ketua DPW Perempuan Bangsa Sulawesi Barat dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyampaikan rasa prihatin dan empatinya atas musibah yang menimpa puluhan kepala keluarga di Galung Tulu.
“Kami hadir untuk berbagi dan memastikan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah tidak merasa sendiri. Bantuan ini mungkin tidak seberapa, tetapi kami berharap dapat meringankan beban dan membantu kebutuhan dasar warga, terutama di hari-hari awal pascakebakaran,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain kebutuhan pokok, pakaian muslimah dan perlengkapan salat juga menjadi perhatian karena mayoritas warga kehilangan seluruh harta benda, termasuk pakaian dan perlengkapan ibadah.
“Di tengah musibah seperti ini, kebutuhan sandang dan perlengkapan ibadah juga sangat penting. Apalagi ini masih dalam suasana Ramadan, sehingga kami ingin memastikan para ibu dan keluarga tetap dapat menjalankan ibadah dengan nyaman,” tambahnya.
Sebagai wakil rakyat, Jumiaty menegaskan komitmennya untuk terus mengawal penanganan dan pemulihan korban kebakaran, termasuk mendorong dukungan pemerintah daerah agar proses bantuan dan rehabilitasi dapat berjalan maksimal.
“Kami di DPRD tentu akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar penanganan pascabencana ini dilakukan secara cepat dan tepat. Solidaritas dan gotong royong adalah kekuatan kita dalam menghadapi musibah,” tegasnya.
Kehadiran Jumiaty disambut hangat oleh warga yang terdampak. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak sekaligus memberikan semangat bagi para korban untuk bangkit kembali. (fir)










