MAMUJU, SOROTANPENA.ID – Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Sulawesi Barat mendorong Pemerintah Kabupaten Mamuju untuk menghadirkan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kreatif dan membentuk Peraturan Daerah tentang Ekonomi Kreatif (Perda Ekraf) sebagai langkah memperkuat ekosistem kreativitas daerah.
Usulan tersebut disampaikan Korda ICCN Sulawesi Barat, Ivannandar Iskandar, dalam forum Musyawarah Kreatif yang berlangsung di ruang Home Teater Dinas Perpustakaan Mamuju. Forum ini menjadi wadah konsolidasi komunitas sekaligus merumuskan rekomendasi untuk mendukung visi “Mamuju Keren” menuju Kabupaten Kreatif.
Ivan mengapresiasi dukungan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Mamuju yang telah memberikan ruang bagi komunitas kreatif untuk berkumpul, berdiskusi, dan menyampaikan gagasan pembangunan daerah.
Menurutnya, Musyawarah Kreatif lahir dari semangat menghidupkan kembali tradisi masyarakat Mamuju yang mengedepankan musyawarah atau duduk bersama untuk menyusun program, menentukan pihak yang terlibat, hingga menyepakati waktu pelaksanaannya.
Forum tersebut turut mempertemukan sejumlah pegiat dan komunitas kreatif lokal, di antaranya Aat Mandar, Bang Uqi, Kak Dalli, serta UKM Sedaya, kelompok mahasiswa yang telah konsisten bergerak di bidang kreativitas dan kebudayaan selama 13 tahun.
Dalam kesempatan itu, Ivan menyampaikan dua rekomendasi utama kepada Bupati Mamuju melalui perwakilan pemerintah daerah yang hadir, yakni penyelenggaraan Musrenbang Kreatif dan percepatan pembentukan Perda Ekraf.
Ia menjelaskan, Musrenbang Kreatif diperlukan agar komunitas dan pelaku ekonomi kreatif dapat terlibat langsung dalam proses perencanaan pembangunan, khususnya dalam merumuskan program yang mendukung terwujudnya Mamuju sebagai Kabupaten Kreatif.
Sementara itu, Perda Ekraf dinilai penting sebagai payung hukum untuk memberikan kepastian dan dukungan terhadap pengembangan sektor ekonomi kreatif di daerah.
Ivan menilai kehadiran regulasi tersebut dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan komunitas sekaligus mempercepat pelaksanaan program kreatif yang sejalan dengan visi “Mamuju Keren, Mamuju yang Kreatif”.
Kedua usulan tersebut selanjutnya disepakati sebagai rekomendasi forum Musyawarah Kreatif untuk menjadi bahan pertimbangan Pemerintah Kabupaten Mamuju dalam menyusun kebijakan pengembangan ekonomi kreatif.
Ivan berharap semangat musyawarah yang sejalan dengan nilai kearifan lokal Sitamuuju dapat terus menjadi landasan kolaborasi pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam membangun ekosistem kreatif yang berkelanjutan di Kabupaten Mamuju.












