Mamuju, SorotanPena.Id – Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menghadiri peluncuran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polresta Mamuju yang berlokasi di Jalan Martadinata, Simboro, Jumat (13/2/2026). Kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam memperluas implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Barat.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Barat secara resmi meresmikan SPPG sekaligus meninjau langsung fasilitas dapur yang akan menjadi pusat produksi dan distribusi makanan bergizi bagi kelompok sasaran.
dr. Nursyamsi Rahim menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat memberikan dukungan penuh serta melakukan akselerasi untuk menyukseskan implementasi Program Makan Bergizi Gratis yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Program ini dinilai sebagai investasi strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini melalui pemenuhan gizi yang aman, seimbang, dan berkelanjutan.
“Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar penyediaan makanan, tetapi merupakan upaya sistematis untuk membangun generasi yang lebih sehat, kuat, dan produktif. Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berkomitmen mengawal pelaksanaannya agar berjalan sesuai standar serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujar dr. Nursyamsi Rahim.
Dukungan terhadap MBG juga sejalan dengan agenda Quick Wins Sulbar Sehat yang digagas Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang menempatkan penguatan gizi ibu dan anak serta percepatan penurunan stunting sebagai prioritas utama pembangunan kesehatan daerah.
Berdasarkan data per 13 Februari 2026, jumlah SPPG di Sulawesi Barat telah mencapai 137 unit yang tersebar di enam kabupaten, yakni Majene 21 unit, Mamuju 27 unit, Mamuju Tengah 11 unit, Pasangkayu 16 unit, Polewali Mandar 48 unit, dan Mamasa 14 unit.
Dengan bertambahnya SPPG Polresta Mamuju, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berharap jangkauan Program Makan Bergizi Gratis semakin luas, kualitas layanan tetap terjaga, serta target peningkatan status gizi masyarakat dan penurunan stunting dapat dicapai secara lebih cepat dan berkelanjutan. (Adv/Rls)









