Mamuju, SorotanPena.Id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menegaskan komitmennya dalam memastikan keamanan dan pelayanan masyarakat selama perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H / 2026 M. Hal ini ditandai dengan kehadiran Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, bersama Sekretaris Provinsi Sulbar, Junda Maulana, pada kegiatan Rapat Koordinasi Lintas Sektor Operasi Ketupat Marano 2026 yang digelar di Aula Marannu Polda Sulawesi Barat, Jumat (6/3/2026).
Rakor lintas sektor tersebut menjadi forum penting untuk mematangkan kesiapan berbagai pihak dalam menghadapi arus mudik dan balik Lebaran, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal selama masa libur Idul Fitri.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, turut hadir mendampingi Gubernur dan Sekretaris Provinsi sebagai bentuk dukungan sektor kesehatan terhadap pelaksanaan operasi kemanusiaan tahunan tersebut.
Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan lancar.
“Kesiapan seluruh unsur, baik pemerintah daerah, kepolisian, TNI, maupun instansi terkait lainnya sangat penting agar pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik dan balik dapat berjalan optimal. Kita ingin memastikan masyarakat Sulawesi Barat maupun para pemudik merasa aman dan terlayani dengan baik,” ujar Suhardi Duka.
Sementara itu, sektor kesehatan di Sulawesi Barat tercatat telah menyiapkan sebanyak 98 Puskesmas dan 16 Rumah Sakit di seluruh wilayah untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya selama masa pelaksanaan Ops Ketupat Marano 2026.
Kepala DKPPKB Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menyampaikan bahwa jajaran fasilitas pelayanan kesehatan siap mengantisipasi berbagai potensi kondisi kedaruratan kesehatan yang mungkin terjadi selama arus mudik maupun aktivitas masyarakat saat perayaan Idul Fitri.
“Seluruh fasilitas kesehatan di Sulawesi Barat, baik puskesmas maupun rumah sakit, siap mendukung pelaksanaan Ops Ketupat Marano 2026. Kami memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan sehat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kesiapsiagaan tenaga kesehatan juga menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran operasi tersebut, termasuk dalam menghadapi potensi gangguan kesehatan di jalur mudik maupun di lokasi keramaian selama libur Lebaran.
Melalui sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, kepolisian, TNI, dan berbagai instansi terkait, diharapkan pelaksanaan Operasi Ketupat Marano 2026 dapat berjalan dengan lancar serta mampu memberikan rasa aman, nyaman, dan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat Sulawesi Barat selama momentum Hari Raya Idul Fitri. (Adv/Rls)













