Mamuju, SorotanPena.Id — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat mematangkan persiapan implementasi Desa Siaga Tuberkulosis (TB) sebagai langkah strategis dalam mempercepat pengendalian penyakit menular di daerah.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor DKPPKB Sulbar, Senin (20/4), ini menjadi bagian dari akselerasi dukungan terhadap Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden RI, Prabowo Subianto, khususnya dalam pengendalian penyakit menular prioritas.
Langkah ini juga sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam mewujudkan sumber daya manusia unggul dan berkarakter, sebagaimana tertuang dalam Panca Daya di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka.
Penyusunan strategi teknis implementasi Desa Siaga TB dipimpin langsung oleh Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, bersama tim teknis terkait. Fokus pembahasan mencakup penguatan deteksi dini, pelibatan aktif masyarakat desa, serta integrasi layanan TB hingga tingkat paling bawah.
Berdasarkan data hingga Maret 2026, capaian penemuan kasus TB di Sulawesi Barat baru mencapai 16,81 persen, masih di bawah target 22,5 persen. Meski demikian, terdapat tren peningkatan dengan jumlah temuan kasus naik 14 persen, dari 739 kasus pada 2025 menjadi 841 kasus pada 2026.
Secara wilayah, Kabupaten Majene mencatat capaian tertinggi sebesar 23,94 persen dan telah melampaui target. Sementara Kabupaten Mamasa masih terendah dengan capaian 5,25 persen, namun mengalami lonjakan kasus tertinggi hingga 67 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Melihat kondisi tersebut, penguatan Desa Siaga TB dinilai krusial untuk meningkatkan penemuan kasus secara aktif, memperluas jangkauan layanan, serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian TB.
“Pendekatan berbasis desa menjadi kunci untuk menemukan kasus lebih dini dan memastikan pasien mendapatkan pengobatan yang tepat. Kita tidak bisa hanya menunggu di fasilitas kesehatan, tetapi harus proaktif menjangkau masyarakat,” tegas dr. Nursyamsi Rahim.
Melalui langkah ini, DKPPKB Sulbar optimistis capaian penemuan kasus TB dapat meningkat signifikan, sekaligus memperkuat sistem pelayanan kesehatan berbasis masyarakat guna menekan penularan dan angka kesakitan akibat TB di Sulawesi Barat.
Upaya ini diharapkan menjadi bagian penting dalam mewujudkan layanan kesehatan yang lebih responsif, merata, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat. (Adv/Rls)







