Mamuju, SorotanPena.Id — Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sulawesi Barat menggelar rapat koordinasi pemeriksaan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL) untuk rencana kegiatan pertambangan batuan oleh PT Embrio Internasional Indonesia.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (8/4) di Hotel Marannu, Mamuju, sebagai tindak lanjut atas permohonan pemeriksaan formulir UKL-UPL yang telah diajukan melalui sistem Amdalnet.
Rencana kegiatan pertambangan tersebut berlokasi di Desa Bambakoro, Kecamatan Lariang, Kabupaten Pasangkayu.
Rapat ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari DLHK Sulbar, Dinas ESDM, DPMPTSP, UPTD KPH Pasangkayu dan Lariang, hingga instansi teknis dari Kabupaten Pasangkayu. Sejumlah tenaga ahli dari bidang biologi, kimia, geologi, kesehatan masyarakat, dan sosial ekonomi juga turut memberikan kajian.
Pembahasan dipimpin Kepala Bidang Penataan dan Penaatan PPLH DLHK Sulbar, Andi Alffianti, yang memastikan proses berjalan konstruktif serta seluruh masukan peserta terakomodasi secara komprehensif.
Dalam forum tersebut, pihak perusahaan memaparkan rencana kegiatan sekaligus menerima berbagai saran dan tanggapan sebagai bagian dari penyempurnaan dokumen UKL-UPL. Masukan ini menjadi penting untuk memastikan rencana usaha memenuhi aspek perlindungan dan pengelolaan lingkungan secara menyeluruh.
Kepala DLHK Sulbar, Zulkifli Manggazali, menegaskan bahwa pemeriksaan dokumen lingkungan merupakan tahapan krusial dalam menjamin setiap kegiatan usaha berjalan sesuai regulasi dan prinsip pembangunan berkelanjutan.
“Melalui forum ini, kami berharap seluruh pihak memberikan masukan konstruktif agar dokumen UKL-UPL yang disusun benar-benar berkualitas, implementatif, dan mampu meminimalisir dampak lingkungan,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan lintas sektor dan para ahli menjadi kunci dalam mewujudkan tata kelola lingkungan yang baik, khususnya pada kegiatan yang berpotensi menimbulkan dampak signifikan.
Rapat ini menjadi wujud komitmen DLHK Sulbar dalam mengawal setiap rencana usaha agar tetap sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan hidup, sekaligus memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan.
Diharapkan, dokumen UKL-UPL PT Embrio Internasional Indonesia dapat memenuhi standar yang ditetapkan dan menjadi dasar kuat dalam pelaksanaan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan di Sulawesi Barat. (Rls/*)













