MAMUJU, SOROTANPENA.ID — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat melalui Tim Kerja Pelayanan Kesehatan Lanjutan (Yankeslan) melakukan visitasi percepatan pelayanan Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi, serta Kesehatan Ibu dan Anak (KJSU-KIA) di RSUD Kabupaten Mamuju, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat untuk mempercepat pemenuhan layanan kesehatan rujukan sekaligus memperkuat implementasi pengampuan layanan KJSU-KIA di daerah.
Visitasi dilakukan untuk mengevaluasi kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan dalam mendukung pengembangan layanan KJSU-KIA, meliputi aspek sumber daya manusia (SDM), sarana dan prasarana, hingga ketersediaan alat kesehatan penunjang layanan.
Langkah ini sejalan dengan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, khususnya dalam peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Tim Yankeslan DKPPKB Sulbar melakukan dialog bersama jajaran direksi dan manajemen RSUD Mamuju untuk membahas kondisi layanan yang telah tersedia, kebutuhan penguatan layanan, serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam penyelenggaraan layanan KJSU-KIA.
Selain itu, tim juga melakukan peninjauan langsung ke sejumlah unit layanan guna memastikan kesiapan rumah sakit dari sisi SDM, sarana prasarana, dan alat kesehatan. Hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan strategi percepatan pemenuhan layanan KJSU-KIA di Sulawesi Barat.
Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, mengatakan bahwa kegiatan visitasi merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung transformasi sistem kesehatan, terutama pada penguatan layanan rujukan.
“Visitasi ini bertujuan untuk memastikan kesiapan rumah sakit dalam memberikan pelayanan KJSU-KIA yang berkualitas kepada masyarakat. Melalui identifikasi dan sinkronisasi kebutuhan SDM, sarana prasarana, serta alat kesehatan, diharapkan percepatan pemenuhan layanan dapat terlaksana secara optimal sehingga masyarakat Sulawesi Barat memperoleh akses pelayanan kesehatan yang lebih baik dan merata,” ujar dr. Nursyamsi.
Ia menambahkan, hasil visitasi akan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar perencanaan penguatan layanan kesehatan rujukan di Sulawesi Barat agar rumah sakit mampu memenuhi standar pelayanan sesuai kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, DKPPKB Sulbar berharap pengembangan layanan KJSU-KIA di rumah sakit rujukan dapat berjalan lebih cepat sehingga masyarakat tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan layanan kesehatan spesialistik tertentu. (Adv/Rls)












