DKPPKB Sulbar Perkuat Pemantauan MP-ASI untuk Percepat Penurunan Stunting

MAMUJU, SOROTANPENA.ID — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Daerah (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui peningkatan kualitas pemantauan praktik Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI).

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui partisipasi DKPPKB Sulbar dalam kegiatan Pembekalan Pelaksanaan Recall MP-ASI yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia secara daring, Jumat (29/5/2026).

Kegiatan ini sejalan dengan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera yang diusung Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, khususnya dalam mendorong terwujudnya sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter melalui peningkatan kualitas kesehatan masyarakat sejak usia dini.

Pembekalan yang dipimpin Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI, dr. Lovely Daisy, bertujuan meningkatkan kualitas pelaksanaan pemantauan praktik MP-ASI di seluruh Indonesia sebagai bagian dari strategi nasional percepatan penurunan stunting dan perbaikan status gizi balita.

Praktik pemberian MP-ASI yang tepat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Melalui metode recall MP-ASI, pemerintah dapat memperoleh gambaran kualitas konsumsi pangan balita, termasuk keberagaman makanan dan kecukupan konsumsi protein hewani.

Dalam pembekalan tersebut, Kementerian Kesehatan menargetkan sedikitnya 80 persen balita usia 6 hingga 23 bulan menjadi responden wawancara. Dari jumlah tersebut, minimal 80 persen diharapkan telah memenuhi indikator praktik MP-ASI yang baik.

Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa kualitas data menjadi kunci dalam menentukan efektivitas program percepatan penurunan stunting.

“Pemantauan MP-ASI bukan sekadar mendata. Ini tentang memastikan setiap balita memperoleh asupan gizi yang sesuai standar untuk mendukung tumbuh kembang optimal. Data yang akurat dari kader menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan dan menentukan keberhasilan upaya penurunan stunting,” ujar dr. Nursyamsi Rahim.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari tenaga gizi, bidan, petugas promosi kesehatan, kader Posyandu hingga pemerintah daerah.

“Dengan kerja sama yang kuat, kita dapat memastikan intervensi gizi berjalan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata terhadap penurunan stunting di Sulawesi Barat,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, DKPPKB Sulbar akan memperkuat koordinasi dan melakukan berbagai persiapan pelaksanaan Recall MP-ASI Triwulan II yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026. Kegiatan ini akan melibatkan seluruh Puskesmas di kabupaten se-Sulawesi Barat guna meningkatkan capaian indikator dibandingkan periode sebelumnya.

Melalui penguatan pemantauan praktik MP-ASI, DKPPKB Sulbar optimistis dapat mendukung lahirnya generasi Sulawesi Barat yang sehat, cerdas, dan berkualitas sebagai fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan. (Adv/Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *