MAMUJU, SOROTANPENA.ID — Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas (Kesprikom) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Daerah (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat menggelar briefing pekanan di ruang kerja Bidang Kesprikom, Senin (25/5/2026). Kegiatan tersebut membahas penguatan intervensi percepatan penurunan stunting berdasarkan capaian indikator intervensi spesifik dan sensitif bidang kesehatan tahun 2026.
Dari hasil pemantauan, masih terdapat sejumlah indikator yang memerlukan penguatan dan percepatan capaian di beberapa kabupaten di Sulawesi Barat. Karena itu, briefing dilakukan untuk memperkuat koordinasi sekaligus mengevaluasi progres pelaksanaan program di lapangan.
Kegiatan ini juga sejalan dengan Panca Daya ke-3 Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yakni mewujudkan sumber daya manusia unggul dan berkarakter.
Dalam briefing tersebut, dibahas sejumlah indikator prioritas yang masih memerlukan perhatian, di antaranya konsumsi tablet tambah darah bagi remaja putri, pelayanan antenatal ibu hamil, pemberian makanan tambahan, pemantauan pertumbuhan balita, pemberian MP-ASI, hingga cakupan imunisasi dasar lengkap.
Fungsional Administrator Kesehatan Muda DKPPKB Sulawesi Barat, Agustina Uta Tabang Kalua, mengatakan percepatan penanganan stunting membutuhkan gerakan bersama yang dimulai dari hulu.
“Penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan gerakan bersama mulai dari remaja, ibu hamil, keluarga, hingga masyarakat agar seluruh intervensi dapat berjalan optimal. Penguatan edukasi, pemantauan, dan keterlibatan lintas sektor menjadi kunci penting dalam percepatan penurunan stunting,” ujarnya.
Secara terpisah, Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara berkelanjutan dan berbasis data.
“Penanganan stunting membutuhkan kerja yang konsisten, terintegrasi, dan berbasis data. Seluruh indikator intervensi harus dipantau secara rutin agar setiap kendala di lapangan dapat segera ditindaklanjuti. Fokus kita bukan hanya mengejar angka, tetapi memastikan anak-anak Sulawesi Barat tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas,” tegas dr. Nursyamsi Rahim.
Melalui briefing pekanan tersebut, DKPPKB Sulbar berharap koordinasi dan penguatan program percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih optimal sehingga target peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Sulawesi Barat dapat tercapai secara berkelanjutan. (Adv/Rls)











