Mamuju, SorotanPena.Id – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat menjadi narasumber dalam siaran dialog interaktif di Radio Republik Indonesia (RRI) Mamuju dengan topik “Darurat Wabah Campak di Sulawesi Barat”.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyebaran penyakit campak yang saat ini menjadi perhatian serius.
Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus berkomitmen meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, sejalan dengan visi dan misi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan merata. Penanggulangan wabah campak menjadi salah satu prioritas melalui penguatan imunisasi dan surveilans di seluruh wilayah kabupaten.
Dialog interaktif ini menghadirkan narasumber dari DKPPKB Sulbar, yakni Ketua Tim Kerja Surveilans, Imunisasi, dan Haji Muslimin serta Epidemiolog Kesehatan Ahli Madya Emilda Yulinda. Dalam pemaparannya, keduanya menegaskan bahwa peningkatan kasus campak harus direspons secara cepat, terkoordinasi, dan berbasis data.
“Penguatan surveilans menjadi kunci dalam mendeteksi kasus secara dini. Selain itu, percepatan imunisasi dan peningkatan kesadaran masyarakat sangat penting untuk memutus rantai penularan campak,” ujar Muslimin.
Senada dengan itu, Emilda Yulinda menekankan pentingnya peran masyarakat dalam pengendalian penyakit menular.
“Masyarakat perlu memahami gejala awal campak serta segera mengakses layanan kesehatan apabila ditemukan kasus suspek. Respons cepat akan mencegah penyebaran yang lebih luas,” jelasnya.
Secara terpisah, Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan pentingnya peran aktif orang tua dalam memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap sebagai langkah perlindungan utama terhadap campak.
“Imunisasi adalah upaya paling efektif dalam mencegah campak. Kami mengimbau seluruh masyarakat Sulawesi Barat untuk tidak menunda imunisasi anak demi melindungi mereka dari risiko penyakit yang dapat dicegah,” tegasnya.
Selain itu, koordinasi lintas sektor terus diperkuat guna mempercepat penanganan kasus serta mencegah meluasnya wabah di wilayah Sulawesi Barat.
Melalui dialog interaktif ini, masyarakat diimbau untuk segera memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila menemukan gejala campak, serta proaktif melaporkan setiap kasus di lingkungan sekitar. Upaya edukasi yang masif, disertai keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, diharapkan dapat menekan laju penyebaran campak serta menjaga derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan di Sulawesi Barat. (Adv/Rls)













