Mamuju, SorotanPena.Id – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat mengambil peran strategis dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan jemaah haji dengan menjadi narasumber pada Rapat Koordinasi Pemantapan Tugas dan Fungsi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Tahun 1447 H/2026 M.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Shafa Asrama Haji Transit Mamuju, Minggu (12/4/2026), ini diikuti oleh PPIH kloter, PPIH Arab Saudi, petugas haji daerah, tenaga kesehatan, serta pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). Rakor ini menjadi forum penting dalam menyamakan persepsi serta memperkuat koordinasi lintas sektor.
Dalam kegiatan tersebut, pengelola program kesehatan haji DKPPKB Sulbar menyampaikan materi strategis, meliputi kebijakan daerah terkait kesehatan haji, alur pelayanan kesehatan jemaah sejak di daerah hingga di Arab Saudi, serta upaya promotif dan preventif untuk menjaga kondisi kesehatan jemaah. Selain itu, turut dibahas penanganan risiko kesehatan dan kegawatdaruratan selama pelaksanaan ibadah haji.
Materi yang disampaikan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan pemahaman seluruh petugas agar mampu menjalankan tugas secara terintegrasi, profesional, dan responsif terhadap dinamika di lapangan.
Kegiatan ini sejalan dengan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, khususnya dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, termasuk bagi jemaah haji.
Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan pentingnya peran narasumber dalam memastikan kesiapan petugas.
“Peran pengelola program kesehatan haji sebagai narasumber sangat penting untuk memastikan seluruh petugas memiliki pemahaman yang komprehensif terkait pelayanan kesehatan haji. Dengan koordinasi yang baik, kita dapat memberikan pelayanan maksimal kepada jemaah,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kesiapan petugas, baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi, harus didukung oleh kompetensi, keterampilan, serta koordinasi yang kuat.
“Kesiapan petugas harus ditunjang kompetensi yang memadai agar jemaah haji tetap sehat dan dapat menjalankan ibadah dengan optimal,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh petugas penyelenggara ibadah haji semakin siap memberikan pelayanan terbaik, sehingga jemaah haji asal Sulawesi Barat dapat menjalankan ibadah dengan aman, sehat, dan mandiri. (Adv/Rls)









