Dispoparekraf Sulbar Minta Mandar Culture Festival Tak Sekadar Seremonial

Mamuju, SorotanPena.Id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus mematangkan persiapan pelaksanaan Mandar Culture Festival 2026 agar berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Hal itu terungkap dalam audiensi antara Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Sulbar, Bau Akram Dai, dengan penyelenggara Mandar Culture Festival di Kantor Dispoparekraf, Rabu (29/4/2026).

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari audiensi sebelumnya antara penyelenggara dan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, sekaligus bagian dari koordinasi untuk memastikan kesiapan teknis pelaksanaan event.

Founder Yayasan Badara, Nurfadilah, selaku penyelenggara, memaparkan perkembangan persiapan, mulai dari konsep kegiatan, teknis pelaksanaan, hingga kolaborasi lintas sektor yang telah dibangun.

Kepala Dispoparekraf Sulbar, Bau Akram Dai, menekankan pentingnya pematangan persiapan secara menyeluruh, baik dari sisi teknis maupun koordinasi antar pihak.

“Persiapan harus benar-benar matang, mulai dari teknis hingga koordinasi, agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan memberikan kesan positif bagi masyarakat maupun pengunjung,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pesan Gubernur Sulbar agar Mandar Culture Festival tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata.

“Kegiatan ini harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi pelaku UMKM, ekonomi kreatif, dan sektor pariwisata di Sulbar,” tegasnya.

Selain itu, Bau Akram menekankan pentingnya peningkatan kualitas penyelenggaraan, mengingat Mandar Culture Festival telah masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.

“Ini peluang besar untuk memperkuat promosi pariwisata Sulbar di tingkat nasional, sehingga kualitas event harus terus ditingkatkan,” tambahnya.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan penyelenggara, Mandar Culture Festival 2026 diharapkan dapat terselenggara sukses serta menjadi media efektif dalam memperkenalkan potensi budaya dan pariwisata Sulawesi Barat ke tingkat yang lebih luas. (Rls/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKAIT