Mamuju, SorotonPena.Id — Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan pentingnya kesiapan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menghadapi era perubahan yang semakin cepat dan berbasis teknologi.
Hal tersebut disampaikannya saat memimpin apel pagi di Kantor DKPPKB Sulawesi Barat, Senin (20/4). Ia mendorong seluruh ASN di lingkup DKPPKB Sulbar untuk menjadi pribadi yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap perkembangan zaman.
Dorongan ini sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang menekankan bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan dalam mewujudkan visi Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera. Transformasi digital dinilai sebagai kunci untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat efisiensi tata kelola pemerintahan.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, ASN tidak hanya dituntut sebagai pelaksana kebijakan, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu mendorong birokrasi yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Nursyamsi juga membagikan pengalamannya mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II di Pusjar SKMP Lembaga Administrasi Negara (LAN) Makassar. Pengalaman itu menjadi refleksi penting dalam memperkuat kapasitas kepemimpinan ASN di era digital.
Ia menekankan bahwa pemanfaatan teknologi harus diterapkan secara nyata dalam tata kelola pemerintahan, khususnya pada pengelolaan kearsipan dan kehumasan.
“Seluruh ASN di DKPPKB Sulbar harus adaptif dan memiliki keterampilan digital agar pengelolaan data, baik fisik maupun digital, dapat terjaga dengan baik serta mendukung pelayanan publik yang lebih efektif,” ujarnya.
Melalui penguatan kapasitas digital ASN, DKPPKB Sulbar optimistis dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter sebagai fondasi utama pembangunan daerah. (Adv/Rls)







