ROMA, SOROTANPENA.ID – Momen keikutsertaan delegasi Sekolah Kharisma Bangsa pada babak final International STEAM Olympiad 2026 di Roma, Italia, dimanfaatkan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Sulawesi Barat di kancah internasional. Delegasi Indonesia mendapat sambutan hangat dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Italia, Selasa (7/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Subbidang Promosi, Data, dan Informasi Daerah Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Nurul Farasmy, yang sedang menjalani cuti tahunan untuk mendampingi putranya, Raffasya Hisyam W., mengikuti kompetisi tersebut, turut memperkenalkan salah satu produk unggulan Sulawesi Barat, yakni tenun Sekomandi.
Sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya promosi budaya daerah, Nurul menyerahkan cendera mata berupa syal tenun Sekomandi kepada Duta Besar RI untuk Italia, Prof. Junimart Girsang. Pada kesempatan itu, ia juga menjelaskan sejarah, proses pembuatan, serta nilai budaya yang melekat pada tenun khas Kalumpang tersebut.
“Sekomandi merupakan warisan leluhur masyarakat Kalumpang di Provinsi Sulawesi Barat dan dikenal sebagai salah satu tenun tertua di dunia dengan usia lebih dari 480 tahun,” ujar Nurul.
Ia menjelaskan, tenun Sekomandi dibuat sepenuhnya dengan teknik tradisional, mulai dari pemintalan kapas, penggunaan pewarna alami yang berasal dari akar dan dedaunan, hingga proses pengikatan motif yang dapat memakan waktu berbulan-bulan.
“Semuanya dikerjakan secara manual sehingga setiap lembar kain memiliki nilai seni, filosofi, dan keunikan yang tinggi,” tambahnya.
Menerima cendera mata tersebut, Duta Besar RI untuk Italia, Prof. Junimart Girsang, menyampaikan apresiasi atas upaya memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia di luar negeri. Ia tampak mengamati secara saksama motif dan kualitas tenun Sekomandi.
“Kain tenunnya sangat indah. Saya juga menyukai kain tenun. Terima kasih atas hadiah yang luar biasa ini. Saya bangga dengan kekayaan budaya Indonesia yang begitu beragam. Sampaikan salam hormat saya kepada Bapak Gubernur Sulawesi Barat. Apabila berkesempatan berkunjung, kita dapat bersilaturahmi sekaligus membahas berbagai program yang dapat dipromosikan di Roma, Italia,” ujar Prof. Junimart.
Nurul mengatakan, meski sedang menjalani cuti tahunan, dirinya tetap berupaya berkontribusi dalam mendukung promosi daerah. Menurutnya, memperkenalkan tenun Sekomandi di forum internasional merupakan bagian dari upaya memperluas pengenalan budaya Sulawesi Barat sekaligus membuka peluang pasar bagi produk UMKM.
Langkah tersebut juga sejalan dengan semangat Program Panca Daya Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yang mendorong penguatan sektor ekonomi kreatif, pelestarian budaya, serta peningkatan daya saing produk lokal di tingkat nasional maupun internasional. (Rls/*)












