MAJENE, SOROTANPENA.ID – Event Sandeq Silumba 2026 dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-22 Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) resmi dimulai. Sebanyak 80 perahu sandeq ambil bagian dalam ajang budaya dan olahraga bahari tersebut.
Sandeq Silumba 2026 dibuka langsung Gubernur Sulbar Suhardi Duka di Rest Area Palipi, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Jumat (25/9/2026).
Ketua Dewan Pengarah Sandeq Silumba 2026, Syamsul Samad, mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dan para passandeq dalam pelaksanaan event tahun ini.
Menurutnya, pemilihan Rest Area Palipi sebagai lokasi pembukaan sekaligus titik awal perjalanan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lokasi yang dinilai mendukung pelaksanaan event.
“Alhamdulillah kita sukses di acara pembukaan di tempat ini. Sengaja kita mengambil daerah ini karena suasananya dan memang ini lokasi start,” kata Syamsul Samad.
Syamsul menjelaskan, rangkaian Sandeq Silumba 2026 akan berlangsung dalam beberapa etape. Setelah pembukaan, para passandeq akan memulai perjalanan dari Pantai Banua Sendana menuju Pamboang pada Sabtu pagi.
Para peserta kemudian dijadwalkan bermalam di Pamboang sebelum melanjutkan perjalanan menuju Pantai Bahari Polewali Mandar (Polman) pada Minggu pagi. Pantai Bahari menjadi lokasi garis finis sekaligus tempat penutupan event.
“Besok pagi start dari Pantai Banua Sendana menuju Pamboang, kemudian bermalam di Pamboang. Hari Minggu dari Pamboang menuju ke Pantai Bahari Polewali,” ujarnya.
Jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Jika pada 2025 tercatat 55 perahu sandeq yang ikut serta, tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 80 perahu.
Syamsul Samad menilai peningkatan tersebut menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan para passandeq terhadap penyelenggaraan Sandeq Silumba.
“Alhamdulillah tahun lalu kita sukses membangun kepercayaan kepada para passandeq dan tahun ini animonya tinggi membuat perahu sandeq,” ungkapnya.
Antusiasme tersebut juga terlihat dari masyarakat yang hadir pada pembukaan. Syamsul Samad memperkirakan kemeriahan serupa akan terlihat di Pamboang sebagai lokasi persinggahan hingga Pantai Bahari Polman yang menjadi titik finis.
“Kalau kita lihat ini, baru pembukaan saja sudah luar biasa animo masyarakat ke sini. Saya yakin besok di Pamboang juga begitu, apalagi lusa di Polman garis finis,” pungkasnya.
Syamsul Samad mengatakan meningkatnya partisipasi masyarakat harus diikuti dengan peningkatan kualitas penyelenggaraan dari tahun ke tahun.
Ia mendorong pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten untuk terus meningkatkan pelayanan, baik kepada para peserta maupun masyarakat yang terlibat dalam seluruh rangkaian event.
Menurutnya, Sandeq Silumba tidak hanya berbicara mengenai perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga keberlangsungan budaya maritim masyarakat Mandar di Sulbar.
“Ini kepentingan kita bersama menjaga kelestarian budaya maritim kita ini,” ujarnya.
Ia menilai partisipasi para passandeq dalam Sandeq Silumba merupakan bentuk nyata komitmen terhadap pelestarian tradisi. Para passandeq, kata dia, terus mengambil bagian dalam event tersebut setiap tahun tanpa menjadikan kepentingan pribadi sebagai tujuan utama.
“Masyarakat kita ini, passandeq tanpa pamrih mereka untuk terus berpartisipasi setiap tahunnya,” katanya.
Syamsul Samad juga mengingatkan bahwa membuat sebuah perahu sandeq membutuhkan proses dan biaya yang tidak sedikit. Karena itu, dukungan serta pelayanan kepada para passandeq dinilai perlu terus diperkuat.
Ia berharap upaya pelestarian sandeq mendapat dukungan berkelanjutan melalui kebijakan pemerintah, termasuk dukungan anggaran apabila kondisi fiskal daerah memungkinkan.
“Bahkan insya Allah kalau dalam situasi yang longgar, fiskal kita arahkan ke sana juga karena ini penting. Ini identitas kita sebagai orang Mandar, Sulbar,” tutur Syamsul Samad. (fir)











