Mamuju, SorotanPena.Id — Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, didampingi Sekretaris Daerah Junda Maulana, memimpin Forum Bupati se-Sulawesi Barat di Ruang Rapat Oval Kantor Gubernur, Kamis (9/4/2026).
Forum ini menjadi momentum strategis dalam merumuskan arah pembangunan tahun 2027 yang akan dituangkan dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan RAPBD.
Pembahasan difokuskan pada penguatan pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan, percepatan penanganan stunting, serta peningkatan kualitas layanan publik di seluruh wilayah Sulawesi Barat.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menekankan pentingnya penguatan pemantauan kesehatan balita, khususnya melalui optimalisasi peran Posyandu.
“Pemantauan pertumbuhan dan status gizi balita menjadi kunci percepatan penurunan stunting. Posyandu harus kembali menjadi garda terdepan dalam deteksi dini,” ujarnya.
Berdasarkan data Februari 2026, dari total 106.746 balita di Sulbar, baru 77.828 balita atau 72,91 persen yang telah ditimbang. Capaian ini menunjukkan masih adanya kesenjangan dalam cakupan pemantauan.
Menurutnya, rendahnya cakupan tersebut berpotensi menghambat deteksi dini kasus gizi kurang dan stunting, sehingga diperlukan penguatan peran kader, peningkatan partisipasi masyarakat, serta dukungan lintas sektor.
Sementara itu, Gubernur Suhardi Duka menegaskan pentingnya sinergi antar pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
“Pembangunan tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi lintas sektor dan lintas wilayah menjadi kunci untuk mencapai target yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Melalui forum ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mendorong komitmen bersama seluruh kabupaten untuk memperkuat intervensi di sektor kesehatan, khususnya dalam penanganan stunting dan peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. (Adv/Rls)













