MAMUJU, SOROTANPENA.ID — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat memperkuat pelayanan kesehatan rujukan melalui pengembangan tiga layanan di RSUD Provinsi Sulawesi Barat, yakni Magnetic Resonance Imaging (MRI), Patologi Anatomi, dan Ortodonti. Ketiga layanan tersebut diresmikan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, Senin (26/10/2026).
Pengembangan layanan ini bertujuan meningkatkan kapasitas rumah sakit rujukan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pemeriksaan dan penanganan kesehatan.
Peresmian turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, bersama jajaran bidang dan tim kerja yang menangani pelayanan kesehatan lanjutan, farmasi, alat kesehatan, serta sumber daya manusia kesehatan.
Layanan MRI didukung satu unit alat berkekuatan 1,5 Tesla yang merupakan hibah barang milik negara dari Kementerian Kesehatan senilai Rp17,69 miliar.
Berdasarkan bahan paparan RSUD Provinsi Sulawesi Barat, persiapan alat, sarana dan prasarana, serta perizinan fasilitas MRI telah rampung. Namun, proses kredensialing dengan BPJS Kesehatan masih berlangsung. Layanan MRI dijadwalkan beroperasi setiap Senin hingga Jumat, pukul 08.00–12.00 WITA.
Sementara itu, layanan Patologi Anatomi telah beroperasi dengan dukungan dokter spesialis patologi anatomi. Layanan ini telah menjalani proses kredensialing BPJS Kesehatan pada 21 Oktober 2026.
Adapun layanan Ortodonti didukung dokter gigi spesialis ortodonti. Kesiapan sarana dan prasarana serta perizinannya juga telah diselesaikan.
Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa pengembangan layanan kesehatan rujukan harus diiringi kesiapan tenaga kesehatan, fasilitas, peralatan medis, dan tata kelola pelayanan.
“Penguatan layanan kesehatan rujukan perlu didukung oleh kesiapan fasilitas, tenaga kesehatan yang kompeten, serta sistem pelayanan yang baik. Dengan pengembangan layanan ini, kita berharap akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan semakin meningkat dan kebutuhan pemeriksaan maupun penanganan kesehatan dapat dilayani secara optimal,” ujar Nursyamsi.
Menurutnya, DKPPKB Sulbar terus berkoordinasi melalui bidang dan tim kerja terkait untuk mendukung penguatan pelayanan kesehatan lanjutan, termasuk pemenuhan kebutuhan alat kesehatan dan sumber daya manusia kesehatan.
Pengembangan ketiga layanan tersebut mendukung visi RSUD Provinsi Sulawesi Barat menjadi rumah sakit unggulan pelayanan rujukan dengan pelayanan bermutu sesuai standar akreditasi.
Melalui penguatan fasilitas dan layanan rujukan ini, Pemprov Sulbar berharap kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat semakin terpenuhi, sejalan dengan visi “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera” yang diusung Gubernur Suhardi Duka. (Adv/Rls)






