MAMUJU, SOROTANPENA.ID — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) kesehatan melalui penguatan kolaborasi dengan institusi pendidikan.
Komitmen tersebut ditunjukkan Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, saat menghadiri Kuliah Pakar Program Studi Keperawatan Program Diploma Tiga, Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Mamuju, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Poltekkes Kemenkes Mamuju tersebut mengangkat tema “Keperawatan Forensik: Konsep Dasar, Aspek Etikolegal, dan Medikolegal”, dengan menghadirkan Brigjen Pol. Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, D.F.M., Sp.F. sebagai narasumber.
Kuliah pakar ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan mahasiswa keperawatan mengenai perkembangan bidang keperawatan forensik, sekaligus memberikan pemahaman mengenai aspek etik, hukum, dan medis yang berkaitan dengan praktik pelayanan kesehatan.
Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, mengatakan peningkatan kompetensi SDM kesehatan merupakan salah satu faktor penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Penguatan kapasitas tenaga kesehatan harus berjalan seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan masyarakat. Pemahaman terhadap aspek etikolegal dan medikolegal menjadi bagian penting untuk membentuk tenaga kesehatan yang profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab,” ujar Nursyamsi.
Menurutnya, tenaga kesehatan tidak cukup hanya memiliki kompetensi klinis, tetapi juga harus memahami tanggung jawab profesional serta aspek hukum yang melekat dalam pelaksanaan tugas.
Ia menilai kegiatan akademik yang menghadirkan praktisi maupun ahli dari berbagai bidang menjadi kesempatan strategis bagi mahasiswa untuk memperkaya pengetahuan sekaligus memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai tantangan pelayanan kesehatan di lapangan.
“Kolaborasi antara institusi pendidikan kesehatan, pemerintah daerah, dan berbagai unsur terkait perlu terus diperkuat agar proses pendidikan mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan di lapangan,” tambahnya.
Nursyamsi juga menekankan pentingnya peran mahasiswa keperawatan sebagai calon tenaga kesehatan dalam mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Sulawesi Barat.
Melalui kuliah pakar tersebut, peserta mendapatkan pembelajaran mengenai konsep dasar forensic nursing, aspek etikolegal, serta medikolegal dalam praktik keperawatan. Materi juga dilengkapi dengan sesi diskusi sehingga peserta dapat memperdalam pemahaman terhadap penerapan keperawatan forensik dalam konteks pelayanan kesehatan.
Menurut Nursyamsi, penguatan kompetensi sejak tahap pendidikan akan membantu membentuk tenaga kesehatan yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki ketelitian, integritas, dan kesadaran terhadap tanggung jawab profesinya.
Upaya tersebut sejalan dengan Visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera yang diusung Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, khususnya dalam mendorong pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
DKPPKB Sulbar, kata Nursyamsi, akan terus mendorong sinergi dengan institusi pendidikan dan pemangku kepentingan bidang kesehatan guna membangun ekosistem kesehatan yang semakin profesional, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat. (Adv/Rls)






